MARKET DATA

Siap-Siap Pesta Lagi! Harga Emas Mengintai Rekor Baru

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
07 January 2026 06:46
emas gold bar
Foto: emas gold bar

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak kembali melesat bahkan mendekati rekor tertinggi karena risiko geopolitik meningkatkan permintaan aset safe haven.

Pada perdagangan  Selasa (6/1/2026), harga emas dunia naik 1,09% di level US$4.496,79 per troy ons. Harga emas kini tengah tengah mengejar mendekati penutupan level tertinggi yang pernah tercipta pada 26 Desember 2025 di level US$4.549,71 per troy ons.

Pada perdagangan hari ini Rabu (7/1/2026) hingga pukul 06.31 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,02% di posisi US$4.497,65 per troy ons.

Harga emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan Selasa, didorong oleh permintaan aset aman setelah penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global, sementara investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

"Para pedagang logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan daripada yang dilihat oleh para pedagang saham dan obligasi saat ini," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa penggerebekan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan aset safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak.

Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah pada hari Senin atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.

Emas, yang dianggap sebagai aset safe-haven tradisional, naik 64,4% tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.

Para pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan JOLTs pada hari ini dan laporan bulanan AS pada Jumat.

Sementara itu, Presiden The Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga lebih lanjut harus "disesuaikan dengan cermat" untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah.

Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga US$4.800 per troy ons pada kuartal keempat tahun ini, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan The Federal Reserve, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana investasi.

Dalam catatan tertanggal 5 Januari, Morgan Stanley juga mengatakan bahwa peristiwa di Venezuela selama akhir pekan kemungkinan akan menarik pembeli ke emas sebagai aset aman, tetapi tidak menyebutkan hal ini sebagai alasan untuk perkiraan harga US$4.800 per troy ons tersebut.

Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi US$4.549,71 per troy ons pada 26 Desember 2025, dan mengakhiri tahun 2025 dengan kenaikan 64%, kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.

Di sisi lain, harga perak kembali melesat usai meningkatnya permintaan safe haven.

Harga perak (XAG) di pasar spot pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026), naik 6,22% di level US$81,28 per troy ons.

Sementara pada perdagangan hari ini Rabu (7/1/2026) hingga pukul 06.31 WIB, harga perak di pasar spot melemah 1,56% di level US$82,54 per troy ons.

Harga perak mencatat kenaikan tahunan terkuatnya pada tahun 2025, melonjak 147%, karena meningkatnya selera industri dan investor serta defisit pasar struktural.

Untuk perak, Morgan Stanley mengatakan tahun 2025 menandai defisit puncak, menambahkan bahwa persyaratan lisensi ekspor China, yang telah berlaku sejak awal tahun ini, menambah risiko kenaikan untuk perak.


CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]



Most Popular
Features