MARKET DATA
NEWSLETTER

IHSG Menggila, Rupiah Kapan Menyala?

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
07 January 2026 06:20
Ilustrasi Trading (Stok Market)
Foto: Ilustrasi Trading (Stok Market)
  • Pasar keuangan Indonesia lagi-lagi ditutup beragam pada perdagangan kemarin, IHSG bersinar sementara rupiah melemah
  • Wall Street kompak menguat ditopang saham energi dan AI
  • Data ekonomi dalam negeri dan persoalan Venezuela diperkirakan masih menjadi penggerak utama pasar keuangan hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Selasa (06/01/2025). Bursa saham Indonesia menguat sementara rupiah melemah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih bergerak volatile pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Selasa (6/1/2026) dan melanjutkan reli perdagangan pekan ini. Indeks menguat74,42 poin atau lompat 0,84% ke level8.933,61 pada akhir perdagangan sesi kedua.

Ini merupakan rekor harga penutupan perdagangan tertinggi sepanjang masa (all time high) baru yang dicatatkan IHSG.

Sebanyak 428 saham naik, 256 turun, dan 127 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini tergolong ramai atau mencapai Rp 34,14 triliun melibatkan 67,91 miliar saham dalam 4,37 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 16.337 triliun atau nyaris mencapai US$ 1 miliar. 

Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 590,94 miliar.

Mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau dengan penguatan terbesar dicatatkan oleh sektor barang baku. Sedangkan koreksi paling dalam  dicatatkan oleh sektor energi.

Saham-saham yang menjadi penggerak utama IHSG termasuk AMMN (PT Amman Mineral Internasional Tbk), BBCA (PT Bank Central Asia Tbk), BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk), MMDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk), dan PTRO (PT Petrosea Tbk) sedangkan pemberat utama kinerja indeks  termasuk BMRI (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk), TLKM (PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk), DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk), BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk), dan BPRT (PT Barito Pacific Tbk).

Beralih ke pasar Valas, pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ditutup melemah pada perdagangan  Selasa (6/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup di level Rp16.745/US$ atau melemah 0,06%. Dengan demikian, rupiah telah mencatatkan pelemahan selama tiga hari perdagangan berturut-turut sejak awal 2026.




Tekanan terhadap rupiah berlangsung di tengah pergerakan dolar AS yang cukup volatile.

Dolar sempat tertekan setelah rilis data indeks manufaktur ISM Desember kembali menunjukkan kontraksi lebih dalam, turun ke level 47,9 dan menjadi laju pelemahan aktivitas manufaktur terdalam dalam 14 bulan terakhir.

Data tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap ketahanan sektor industri AS dan sempat menekan permintaan terhadap dolar.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun bergerak melandai ke 6,09% pada perdagangan kemarin, dari 6,12% pada hari sebelumnya. Imbal hasil yang melandai menandai harga SBN tengah naik karena diburu investor.

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencapai level tertinggi karena investor mengabaikan dampak serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela baru-baru ini.

Indeks S&P naik 0,62%, mencatatkan rekor penutupan di 6.944,82. Selama sesi perdagangan, indeks ini juga sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa yang baru.

Sementara itu, indeks unggulan Dow menguat 484,90 poin atau 0,99%, juga mencapai rekor tertinggi intraday sebelum akhirnya ditutup pada level bersejarah 49.462,08. Adapun Nasdaq Composite menanjak 0,65% dan berakhir di 23.547,17.

Saham Amazon, anggota kelompok "Magnificent Seven," mendorong penguatan tiga indeks utama dengan kenaikan lebih dari 3%. Saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) lainnya turut menopang pasar secara keseluruhan, termasuk Micron Technology dan Palantantir Technologies. Micron melonjak sekitar 10%, sedangkan Palantir naik lebih dari 3%.

Selasa kemarin adalah hari perdagangan ketiga di awal tahun, namun saham semikonduktor sudah melesat tajam, dengan Micron menjadi salah satu pemimpin penguatan.

Berkat kenaikan Selasa, saham tersebut telah naik lebih dari 20% secara year to date. Kinerja ini melanjutkan tahun yang luar biasa, di mana Micron melonjak lebih dari 240% pada 2025.

"Tech sempat mengambil jeda di akhir tahun, tetapi saya rasa tidak ada yang meragukan bahwa AI adalah teknologi yang mengubah permainan. Kita melihat saham-saham chip memimpin, itu memang wajar, dan rotasi siklikal masih terus berlanjut."," kata Ross Mayfield, kepada CNBC.

Dia menambahkan perdagangan AI dan saham teknologi bisa sama-sama berjalan dengan komponen siklikal lain di pasar. Itulah yang mungkin diharapkan dalam ekonomi yang akan tetap panas pada 2026, didukung pemotongan suku bunga, stimulus fiskal besar, dan antusiasme AI yang mendekati puncak euforia.

Indeks acuan 30 saham ditutup pada rekor pada Senin dan mencatatkan level intraday tertinggi setelah AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro pada akhir pekan, sementara Presiden Donald Trump mendorong investasi besar dari perusahaan minyak AS.

Saham-saham energi naik luas pada Senin, dengan sektor energi S&P 500 membukukan kenaikan harian terbaik sejak Juli.

Mayfield menilai salah satu alasan mengapa perkembangan konflik AS-Venezuela tidak terlalu memukul pasar adalah karena peran Venezuela dalam ekonomi global, khususnya di pasar minyak, relatif kecil.

Situasinya cukup minimal sehingga tidak memicu respons seperti gaya Ukraina-Rusia. Peristiwa geopolitik biasanya berdampak ke pasar lewat jalur minyak, dan kali ini faktor itu nyaris tidak ada.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih bergerak beragam hari ini. Menghijaunya Wall Street diharapkan ikut menambah daya dorong tambahan bagi bursa saham Indonesia. Rupiah diharapkan segera keluar dari tekanan. Sebagai catatan, rupiah sudah melemah tiga hari beruntun.

Hari ini, tidak banyak data ekonomi yang akan keluar. Namun, sejumlah data penting dari AS akan dirilis hari ini.

Maduro Menyatakan dirinya Tidak Bersalah

Nicolas Maduro untuk pertama kalinya muncul di pengadilan federal AS di Manhattan pada Senin (5/1/2026) setelah ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat di Caracas. Mantan presiden Venezuela itu langsung menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan, termasuk tuduhan menjadi bagian dari jaringan perdagangan narkoba internasional. Istrinya, Cilia Flores, juga mengajukan pembelaan serupa, sementara sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung 17 Maret.

Di Caracas, kekuasaan bergerak cepat. Wakil Presiden Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden sementara beberapa jam setelah sidang di New York. Dalam pidatonya, Rodriguez menyebut penangkapan Maduro sebagai "penculikan" dan menyampaikan solidaritas politik, meski tidak mengumumkan langkah konfrontatif terhadap Washington.

Jaksa AS menuduh Maduro memimpin jaringan narkoterorisme yang bekerja sama dengan kartel Sinaloa, Zetas, FARC, dan geng Tren de Aragua. Ia didakwa atas empat kejahatan besar, termasuk konspirasi impor kokain dan kepemilikan senjata berat. Maduro selama ini menyebut tuduhan itu sebagai dalih AS untuk membuka jalan menguasai cadangan minyak Venezuela yang merupakan terbesar di dunia.

 

Penangkapan tersebut memicu reaksi global. Rusia, China, dan sekutu Caracas mengecam operasi militer AS, sementara PBB mempertanyakan legalitasnya. Di sisi lain, Presiden Donald Trump secara terbuka menyebut Venezuela sebagai target pemulihan kendali energi AS.

Pasar merespons cepat, dengan saham-saham minyak AS menguat di tengah spekulasi terbukanya kembali akses ke ladang minyak Venezuela.

JOLTS dan ISM Services PMI

Hari ini, AS akan merilis  beberapa data penting yakni JOLTS dan ISM Services PMI. Keduanya dijadwalkan keluar pada Rabu malam waktu AS, atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Data JOLTS atau Job Openings and Labor Turnover Survey adalah salah satu indikator paling sensitif bagi Federal Reserve karena langsung memotret seberapa "ketat" pasar tenaga kerja. Data terakhir yang tersedia yang uniknya dirilis bersamaan untuk September dan Oktober karena efek penutupan pemerintah AS selama 43 hari.

Pada Oktober 2025, jumlah lowongan kerja tercatat 7,67 juta, naik tipis 12 ribu dibanding September yang berada di 7,658 juta. Angka ini sendiri sudah melonjak tajam 431 ribu dari Agustus yang masih di 7,227 juta.

Secara struktural, kenaikan lowongan kerja itu tidak merata. Sektor yang berhubungan langsung dengan konsumsi masyarakat justru paling agresif merekrut.

Perdagangan, transportasi, dan utilitas menambah sekitar 239 ribu lowongan, terutama di ritel dan grosir. Layanan kesehatan dan bantuan sosial juga masih membuka sekitar 49 ribu posisi baru, mencerminkan tekanan demografis dan belanja kesehatan yang belum surut. Sebaliknya, sektor yang lebih sensitif terhadap siklus bisnis dan kebijakan fiskal justru mulai mengerem. Jasa profesional dan bisnis memangkas 114 ribu lowongan, pemerintah federal berkurang 25 ribu, sementara sektor leisure dan hospitality menyusut sekitar 22 ribu.

Dari sisi geografis, mesin ekonomi AS juga bergerak tidak seirama. Wilayah Selatan dan Barat masih mencatat kenaikan lowongan, sementara Midwest dan Northeast justru mengalami kontraksi.

Selama lowongan kerja bertahan di atas 7,5 juta, tekanan upah dan konsumsi rumah tangga masih akan menjadi bahan bakar inflasi.

Di sisi lain, ISM Services PMI memberi potret yang lebih luas tentang denyut ekonomi sektor jasa yang menyumbang lebih dari dua pertiga PDB Amerika Serikat. Pada November 2025, indeks ini naik ke 52,6 dari 52,4 pada Oktober, menjadi laju ekspansi terkuat dalam sembilan bulan terakhir. Angka ini juga melampaui ekspektasi pasar yang berada di 52,1, memberi sinyal bahwa sektor jasa mulai keluar dari fase stagnasi pasca gejolak fiskal.

Detail di balik angka utama justru lebih menarik. Aktivitas bisnis dan pesanan baru masih bertumbuh, sementara backlog pesanan melonjak ke level tertinggi sejak Februari. Ini menunjukkan perusahaan kembali melihat pipeline permintaan yang lebih stabil, sesuatu yang selama paruh kedua 2025 sempat menghilang akibat ketidakpastian tarif dan kebijakan anggaran.

Namun gambaran ini tidak sepenuhnya bersih. Perusahaan dalam survei ISM secara eksplisit menyebut tarif impor dan penutupan pemerintah sebagai faktor yang masih menekan permintaan dan menaikkan biaya.

Di saat yang sama, indeks supplier deliveries melonjak ke 54,1, tertinggi sejak Oktober 2024, menandakan rantai pasok kembali melambat dipicu gangguan lalu lintas udara dan prosedur bea cukai yang berubah karena kebijakan tarif.

Yang paling menarik bagi pasar keuangan justru datang dari dua komponen: tenaga kerja dan harga. Indeks employment masih berada di zona kontraksi di 48,9, artinya sektor jasa belum benar-benar agresif merekrut, meski aktivitas mulai pulih. Ini sejalan dengan JOLTS yang menunjukkan rekrutmen terkonsentrasi hanya di sektor tertentu. Sementara itu, tekanan harga turun tajam ke 65,4, level terendah dalam tujuh bulan.

RI Lanjut Negoisasi Dagang Minggu Depan

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat memasuki tahap akhir.

‎Hal ini diungkapkan olehnya saat rapat terbatas bersama menteri lain yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresiden RI pada Senin (5/1/2026).

‎Airlangga mengatakan rapat terbatas tersebut membahas perkembangan perjanjian hingga kondisi ekonomi saat ini


‎"Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro juga progres perundingan AS ‎mungkin yang lain nunggu besok karena besok ada retreat," ucapnya saat ditemui di komplek istana kepresidenan dikutip Selasa (6/1/2026).

‎Berdasarkan pantauan, ratas berlangsung lebih dari dua jam dan juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

‎Airlangga menjelaskan bahwa pembahasan perjanjian perdagangan tersebut sudah memasuki tahap final, yakni penyusunan dan pengecekan draf perjanjian secara detail.

‎Pembahasan lanjutan pun antara pemerintah RI dengan AS untuk membahas detail pada 12-19 Januari 2026 di Washington DC.

‎"Itu 12- 19. Itu legal drafting detail," ucapnya.

‎Selain itu, Airlangga juga memastikan bahwa hasil perundingan dengan AS akan ditandatangani oleh Prabowo dan Donald Trump.

‎Seperti diketahui AS menerapkan tarif dagan resiprokal kepada puluhan negara di dunia, termasuk Indonesia.

Airlangga dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer pada Senin (22/12/2025) di Washington D.C. telah menuntaskan perundingan lanjutan tarif resiprokal yang mulanya dikenakan Presiden AS Donald Trump ke Indonesia sebesar 32% menjadi 19%.

Airlangga mengatakan, dalam negosiasi itu Indonesia menyatakan komitmen untuk memberikan akses pasar untuk produk AS, mengatasi kendala isu-isu hambatan non tarif, kerja sama dalam perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan juga kerja sama komersial.

 

Simak Rilis Data dan Agenda Hari Ini

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

  • Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden yang akan dilaksanakan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Turut hadir antara lain Menteri Pertanian.

  • Media Briefing CSIS Outlook 2026 di Auditorium CSIS, Gedung Pakarti Centre, Kota Jakarta Pusat.

  • Taklimat Media Bank Indonesia yang akan membahas Pendalaman Suku Bunga INDONIA, Pengganti JIBOR di Amanaia Menteng, Kota Jakarta Pusat.

  • RUPSLB PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di Menara BTN, Kota Jakarta Pusat.

  • Sidang CMNP vs MNC Group di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

  • AS akan mengumumkan data JOLTs dan ISM


Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:

  • RUPS Eagle High Plantations Tbk
    Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Interim PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.
    Tanggal DPS Dividen Tunai Interim PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
    Tanggal ex Dividen Tunai Interim PT Eastparc Hotel Tbk
    Tanggal ex Dividen Tunai Interim PT Soho Global Health Tbk
    Tanggal cum Dividen Tunai Interim Gunawan Dianjaya Steel Tbk
    Tanggal akhir perdagangan hmetd PT PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk
    Tanggal distribusi HMETD PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.
    Informasi Pembayaran Kupon seri BSDE03BCN1 ke 15




Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:



CNBC INDONESIA RESEARCH

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.




Most Popular
Features