MARKET DATA

Sekolah Negeri Ditinggalkan? Orang Tua Diam-Diam Beralih ke Swasta

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia
09 January 2026 14:40
5 Sekolah Termahal di Dunia, Biayanya Hampir Rp3 M Per Tahun!
Foto: Infografis/!/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Libur panjang anak sekolah di berbagai daerah di Indonesia sudah berakhir. Orang tua dan murid pun kembali disibukkan oleh kegiatan belajar  mengajar.

Januari bukan awal musim tahun ajaran baru bagi pendidikan Indonesia. Namun, orang tua biasanya sudah memikirkan sekolah mana yang akan dipilih jika anaknya naik jenjang kelas di tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai Juni/Juli.

Preferensi Memilih Sekolah

Dalam sistem pendidikan formal di Indonesia, masyarakat dihadapkan pada dua pilihan utama, yakni sekolah negeri yang dikelola dan dibiayai pemerintah, atau sekolah swasta yang dikelola secara mandiri oleh pihak non-pemerintah dengan biaya relatif lebih tinggi.

Pada jenjang pendidikan dasar, sekolah negeri lebih mendominasi dibandingkan sekolah swasta, yaitu sebesar 86,75 % pada jenjang SD dan 55,86 % pada jenjang SMP. Sebaliknya, pada jenjang pendidikan menengah, yang mendominasi adalah sekolah swasta, yaitu sebesar 51,53 % pada jenjang SMA dan 73,65 % pada jenjang SMK.

Data menunjukkan pola yang konsisten dalam preferensi pemilihan sekolah di Indonesia. Pada jenjang SD, jumlah siswa sekolah negeri terus menurun dari 2021 hingga 2024, sementara sekolah swasta justru mencatat kenaikan, menandakan pergeseran pilihan sejak pendidikan dasar.

Penurunan jumlah siswa SD Negeri juga bisa disebabkan oleh penurunan angka kelahiran atau penduduk.

 Di jenjang SMP, SMA, dan SMK, sekolah negeri masih mendominasi jumlah siswa, namun sekolah swasta tetap menunjukkan tren peningkatan, khususnya di SMA. Sementara itu, pada SMK, jumlah siswa swasta masih lebih besar dibandingkan negeri

 Pergeseran Sekolah Negeri ke Swasta

 Data mengindikasikan adanya tren pergeseran minat dan preferensi masyarakat dari sekolah negeri menuju sekolah swasta, terutama di jenjang pendidikan atas.

Pergeseran preferensi ini dapat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan, ketersediaan fasilitas yang lebih baik, kurikulum yang lebih fleksibel, dan lingkungan belajar yang dianggap lebih kondusif di sekolah swasta.

 Preferensi orang tua sangat dipengaruhi oleh status ekonomi. Kelompok kelas ekonomi menengah ke atas cenderung lebih memilih sekolah swasta karena mereka memiliki daya beli yang lebih tinggi, sedangkan keluarga berpendapatan rendah lebih sering memilih sekolah negeri yang biayanya lebih ringan karena mendapat subsidi pemerintah.

 

Minat terhadap sekolah swasta meningkat terutama di wilayah perkotaan, di mana pilihan dan variasi sekolah swasta lebih banyak dibandingkan di pedesaan. Hal ini berkaitan dengan akses transportasi dan preferensi terhadap model pendidikan tertentu.

 Pada intinya, sekolah negeri masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Meski minat terhadap sekolah swasta menunjukkan tren meningkat di sejumlah jenjang, jumlah siswa di sekolah negeri tetap jauh lebih besar dibandingkan swasta.

Kondisi ini menegaskan peran sekolah negeri sebagai tulang punggung sistem pendidikan nasional, terutama bagi kelompok masyarakat di luar perkotaan.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)



Most Popular