Wawancara Eksklusif

Royke Tumilaar Beberkan Rencana Ekspansi Bank Mandiri di 2020

Profil - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
09 January 2020 17:54
Bank Mandiri berencana ekspansi ke sejumlah negara seperti ASEAN dan Korea Selatan. Foto: Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang berkeinginan ekspansi keluar negeri. Bank ini mengincar peluang ke sejumlah negara ASEAN serta Korea Selatan.

Bagaimana rencana ekspansi tersebut? Simak wawancara eksklusif CNBC Indonesia bersama dengan Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar.

Bagaimana dengan update ekspansi Bank Mandiri?
Kami terus dan tidak berhenti mempelajari melakukan pertumbuhan. Bukan cuma Filipina, kami juga kan melihat akan memperluas di beberapa negara yang lainnya.


Kami mencari bentuk bisnis paling pas supaya bisa memberikan nilai tambah pada bank mandiri, bisa akuisisi bank, multifinance, ataupun JV. Kami terbuka segala model dan opportunity di regional, mungkin di Korea atau negara lain yang berpotensi untuk peningkatan sinergi.

Kenapa memilih pasar mancanegara, sementara di Indonesia sedang ramai mengakuisisi bank kecil dan membuat bank digital?
Dari dua hal itu kami bukan berarti cuma lihat regional kami lihat ke dalam juga. Ada target bank perusahaan yang jadi pertimbangan. Di Indonesia semua bank masuk ke sini segmen digital, semua bank lihat prospek yang baik di segmen digital. Kami kan sangat besar eksposure di korporasi. dan perusahaan yang menuju ekspansi global kami bantu gimana bisnisnya ini tetap dengan kita, sekaligus mengembangkan bisnis di negara yang ada potensinya.

Rencana ekspansi bisnis ini mengarah cashflow positif dalam berapa tahun ke depan?
Sedapat mungkin berpikir tidak sepanjang 10 tahun, mungkin dalam 5 tahun seharusnya sudah bisa menghasilkan. Kami tidak mau terlalu banyak capital yang dikeluarkan, karena opportunity dalam negeri kan ada juga. Besaran jangka waktu target bisnis. Kami memang serius memperdalam semua kemungkinan, bisa jadi kami akan coba dengan JV, artinya kan bukan berarti harus kuasai semua tetapi lihat kemampuan kami juga.

Sejauh ini sudah berapa mitra yang sudah negosiasi? Negara mana yang paling kuat untuk ekspansi luar negeri?
Yang jadi target kami di regional Asean plus Korea, ini target untuk ekspansi kita. Pembicaraan sejauh ini masih dalam kajian internal. Kami belum mau kontak dengan siapapun sebelum yakin bisa memberikan nilai tambah pada Bank Mandiri.

Bagaimana dengan review kinerja Bank Mandiri?
Dengan situasi ekonomi agak melambat kami juga melakukan ekspansi di segmen aman seperti di korporasi dan retail untuk menjadi payroll base. Korporasi dan retail jadi target pertumbuhan sehat. Kami tumbuh 7-8% dan memberikan laba yang cukup, strategi untuk mengalihkan ke segmen yang sehat dan memberikan yield yang bagus kelihatannya cukup baik.

Pertumbuhan kredit 2020 kan sekitar 10-11% diturunkan dari sebelumnya. Untuk Bank Mandiri fokus ke kredit segmen apa?
2020 kami tumbuh bukan rendah tapi kami mencoba mendekati double digit 9-11%. Kami tetap ambil kesempatan di korporasi. Kami landing di infrastruktur dan kebutuhan infrastruktur yang jadi program pemerintah, dan hampir 30% portofolio kami di infrastruktur dan berjalan lancar.

Kami juga akan menggarap UMKM, kami akan punya strategi khusus menggarap potensi UMKM yang memang risiko tinggi sehingga butuh cost besar. Kami akan memakai proses digital untuk meminimalkan cost dan memitigasi risiko. Segmen yang belum banyak bank masuk adalah UMKM. Kami pun punya program khusus agar tumbuhnya sehat dan sustainable.

Berapa target kontribusi segmen UMKM dan kenapa mengincar segmen ini?
Kami tidak akan bermain segmen yang sama seperti yang ditargetkan oleh Bank BRI. Kami akan lebih banyak masuk UMKM di kota besar, cabang kami banyak di kota besar dan banyak belum tergarap dengan baik sehingga punya potensi dan kemampuan dengan situasi ekonomi saat ini. Saya yakin mereka punya prospek yang baik. Kami akan menggunakan sejalan dgn kemapuan kami mengembangkan digtal banking ini akan proses digital jadi costnya lebih murah.

UMKM targetnya berapa?
Karena kami baru, kami tidak mau memasang target besar-besar, mungkin sekitar 10% saja sudah baik. Yang penting dapat bisnis model tepat, sustain dan sehat. Untuk semester ini kami targetkan 10% sudah baik. Kami cukup hati-hati mudah-mudahan kalau ini memberikan yield yang bagus, kami akan lebih agresif lagi.

Perbankan mulai masuk digital bank, apakah Bank Mandiri akan mengembangkan bisnis digital secara terpisah atau jadi satu unit usaha?
Saat ini jadi suatu yang serius di bank mandiri tentang proses menjadi digital. Digital kan ada dua hal, mendigitalkan proses supaya simpel dan memberikan transaksi sifatnya digital untuk konsumen. Paralel ini kami lakukan di bank mandiri, belum terpikirkan untuk bikin unit sendiri karena program ini tidak akan jangka pendek.

Ini menyangkut infrastruktur, dan sumber daya manusianya, selain itu akan berimplikasi banyak pada bisnis yang akan datang. Proses kartu kredit misalnya banyak channel akan berubah. Tetapi di bank kita atau unit sendiri kami akan lihat dan bahas, kami ada tim khusus untuk membahas digital ini. apakah kami akan bangun sistem di dalam sendiri atau terpisah. kami belum ada keputusan.

Fintech mulai muncul dan menggarap pasar yang belum tergarap oleh bank. Bagaimana arah Bank Mandiri dengan fintech?
Kalau ini sudah. Melalui Mandiri Capital Indonesia kami investasi di fintech. Kami kolaborasi dengan fintech besar baik P2P ataupun payment, kami terbuka kerja sama dan kerjasama dengan fintech besar.

Paling besar kami bangun platform payment LinkAja, ini berbeda dengan fintech lain, dan kami melakukan test case dengan BUMN, misalnya untuk di kereta, SPBU dan arahnya ke mikro. Bisa ada bentuk tersendiri dalam Bansos, atau dalam memberikan mikro lending. Kami akan masuk ke daerah dimana yang menjadi basis menjadi pengembangan micro lending.



Bagaimana target sepanjang 2020?
Pertama, pendapatan, sekarang ini hampir dipastikan kami yakin akan terjadi NIM yang tertekan. Kami juga punya strategi, kalau kita sustainable kita di fee base income, kekuatan kita di corporate banking menjadi salah satu engine meningkatkan fee base income untuk pengembangan bisnis nasabah corporate banking.

Ini menjadi salah satu peningkatan revenue selain dr net interest income. Ini bagian menjadi penjaga apabila ada tekanan interest margin, ini adalah satu bentuk strategi. Likuiditas akan jd isu di 2020, apabila ekonomi membaik, semua bank lending dan funding, pemerintah juga akan cari funding buat projectnya sehingga likuiditas jadi tight. Kami akan masuk pasar untuk issue bond baik dolar ataupun rupiah. Ini untuk menutupi gap DPK apabila tertekan dalam pertumbuhan.

Strategi 2019 semoga bisa berkelanjutan jadi kredit dan dpk bisa tumbuh balance. sehingga kita ga ada issue likuiditas. wholesales funding juga kami siapkan agar bisa mengambil dana masyarakat melalui capital market.

Bagaimana Pertumbuhan fee based income?
DPK targetnya match dengan pertumbuhan kredit, kalau kredit 10% maka dpk 10%. Ini supaya antisipasi kondisi likuiditas 2020. Kalau target fee based income kami tumbuh 20-30% karena kami yakin perolehan bisnis value chain membantu pertumbuhan di fee based income yang biasanya tidak kami garap serius menanganinya.

Ancaman perebutan dana murah masyarakat akan dihadapi perbankan, kondisi ini apakah DPK bank mandiri bisa aman?
Kalau menantang iya, karena perebutan dana masyarakat tinggi dari perkembangan belakangan antisipasi BI, sudah menuju cukup melonggarkan kebijakan di market. Jadi likuiditas terjaga baik. BI jauh-jauh sudah punya komitmen baik di dalam memberikan kebijakan untuk market.

Beberapa instrumen yang untuk ke pasar BI sudah lakukan antisipasi jauh-jauh jadi likuiditas bisa terjaga baik. Kami yakin pertumbuhan DPK kami tidak kesulitan walaupun kami masih waspada. Kelihatan itu sudah jadi agenda mereka supaya pertumbuhan kredit tidak terhambat likuiditas.

Apakah BI perlu tambahan kebijakan untuk industri perbankan? Apa kebutuhan industri perbankan?
Saya rasa sudah cukup baik sekarang. Saya tidak tahu kalau GWM dilonggarkan lagi ada ruang apa engga tapi kan itu masalah prudensial. kan repo lelang akan sering dilakukan kalau ada kontraksi penurunan likudiitas di pasar. Kami di buku IV sudah cukup baik dimanage otoritas moneter termasuk mengatur likuiditas di pasar. Saya optimis BI selalu menjaga likuiditas tak lebih dan tak kurang supaya ekspansi bisa baik.

Bagaimana IPO anak usaha?
2020 yang kami agendakan adalah BSM (Bank Syariah Mandiri) masuk market. Tapi kami lihat juga kondisi market, timing penting. Persiapan IPO oleh BSM sudah cukup baik, dan kinerjanya bagus, ini salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, punya funding yang stabil, pertumbuhan bagus, bahkan pertumbuhannya bagus daripada induknya. Kredit dan dpknya ini jadi daya tarik buat investor. Persiapan kami jalani dan eksekusi kami lihat timingnya.

Kapan IPO BSM?
Semester 1 belum karena banyak persiapan kami tidak mau terlalu cepat untuk ini, kami lihat hasil 2019 secara final yang menentukan strategi masuk pasar.

Target perolehan dana dan untuk apa?
Untuk pengembangan usaha, kami butuh equity yang besar, BSM jauh untuk ke buku iv, maka salah satunya strategi IPO jadi bisa cepat-cepat ke buku IV. Dananya dipakai buat pertumbuhan organik, apalagi market syariah cukup baik, masyarakat banyak nabung di syariah. Kami mengarahkan BSM dalam proses menjadi bank digital bukan hanya konvensional.

[Gambas:Video CNBC]





(dob/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading