MARKET DATA

WNI Awak Helikopter Pemadam Karhutla Sewaan BNPB yang Jatuh Hilang

Redaksi,  CNBC Indonesia
08 November 2026 16:15
Sebuah helikopter jenis Super Puma VH-HGM yang disewa oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jatuh di Sungai Barito, wilayah Desa Tabatan, Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). (BNPB)
Foto: Sebuah helikopter jenis Super Puma VH-HGM yang disewa oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jatuh di Sungai Barito, wilayah Desa Tabatan, Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). (BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi salah satu dari tiga korban jatuhnya helikopter jenis Super Puma VH-HGM yang jatuh di di Sungai Barito, wilayah Desa Tabatan, Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026), masih belum ditemukan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, awak helikopter yang belum ditemukan itu adalah helikopter landing officer asal Indonesia bernama Yayan Supyansuri.

Helikopter itu sendiri merupakan sewaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang difungsikan untuk operasi pengeboman air atau penanganan kebakaran hutan dan lahan alias karhutla.

"Kepada keluarga korban, kami menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap proses pencarian, pertolongan, dan penanganan seluruh awak helikopter," kata Berton saat konferensi pers, Minggu (8/11/2026).

Berton mengatakan, helikopter itu juga berisi dua pilot yakni Hugh Andrew John Page asal Selandia Baru dan Michael John Batteridge asal Australia. Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat.

"Mereka ditemukan dalam kondisi sehat, sementara satu orang awak lainnya, Yayan masih dalam pencarian," tuturnya Berton.

Sebagaimana diketahui, helikopter tersebut jatuh sekitar pukul 11.58 WITA. Helikopter kehilangan kendali saat bermanuver setelah mengambil air dengan bambi bucket di sungai.

Armada bernomor seri (MSN) 2878 ini merupakan helikopter yang terdaftar di bawah kepemilikan swasta yang dikontrak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk operasi pengeboman air.

Di Indonesia, armada tersebut kerap mendukung berbagai misi penanggulangan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan catatan rute penerbangan yang meliputi Banjarmasin, Pontianak, dan Surabaya.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi telah menerima laporan pendahuluan terkait insiden jatuhnya armada udara ini. Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan dan laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Penampakan Helikopter Pemadam Karhutla Sewaan BNPB Jatuh


Most Popular
Features