MARKET DATA
Internasional

Penembakan Brutal Terjadi di Alun-alun Kota, 6 Orang Tewas dan 17 Luka

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
08 November 2026 11:00
Ambulans memasuki area yang ditutup dengan garis polisi di Krakow, Polandia, pada 7 November 2026, menyusul sebuah peristiwa penembakan. (MICHAL POGORZELSKI  via REUTERS/MICHAL POGORZELSKI)
Foto: Ambulans memasuki area yang ditutup dengan garis polisi di Krakow, Polandia, pada 7 November 2026, menyusul sebuah peristiwa penembakan. (MICHAL POGORZELSKI via REUTERS/MICHAL POGORZELSKI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi penembakan massal terjadi di pusat Kota Krakow, Polandia, pada Sabtu (7/11/2026). Sedikitnya enam orang tewas dan 15 lainnya terluka, termasuk sejumlah anggota kepolisian dan warga negara asing.

Melansir Al Jazeera, Minggu (8/11/2026), kepolisian setempat mengatakan seorang pria mengendarai mobil menuju Main Market Square atau alun-alun utama Krakow sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Pelaku kemudian melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah orang-orang dari dalam kendaraannya.

Akibat serangan tersebut, empat perempuan dan dua laki-laki dilaporkan tewas. Polisi menyebut pelaku beraksi seorang diri. Petugas kemudian melepaskan tembakan untuk melumpuhkan pelaku sebelum akhirnya menangkapnya. Tersangka yang mengalami luka-luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kementerian Dalam Negeri Polandia mengonfirmasi pelaku merupakan warga negara Polandia. Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski mengatakan tersangka diduga memiliki ketertarikan terhadap ideologi ekstrem kanan.

"Berdasarkan informasi dari petugas kepolisian, pria tersebut mengenakan pakaian bergaya militer," ujar seorang juru bicara kepolisian kepada wartawan.

"Saat penangkapan, petugas menggunakan senjata mereka, tetapi pria itu membalas tembakan. Akibatnya, dua anggota polisi termasuk di antara korban luka," lanjutnya.

Kierwinski mengatakan salah satu anggota polisi yang terluka berada dalam kondisi kritis. Selain itu, lima warga negara asing termasuk di antara korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit, sementara satu warga asing dilaporkan tewas.

Ambulans memasuki area yang ditutup dengan garis polisi di Krakow, Polandia, pada 7 November 2026, menyusul sebuah peristiwa penembakan. (MICHAL POGORZELSKI  via REUTERS/MICHAL POGORZELSKI)Ambulans memasuki area yang ditutup dengan garis polisi di Krakow, Polandia, pada 7 November 2026, menyusul sebuah peristiwa penembakan. (MICHAL POGORZELSKI via REUTERS/MICHAL POGORZELSKI) Foto: Ambulans memasuki area yang ditutup dengan garis polisi di Krakow, Polandia, pada 7 November 2026, menyusul sebuah peristiwa penembakan. (MICHAL POGORZELSKI via REUTERS/MICHAL POGORZELSKI)

Perdana Menteri Polandia Buka Suara

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengecam penembakan tersebut dan memuji tindakan cepat aparat kepolisian dalam menangani serangan. Melalui unggahan di media sosial X, Tusk menyebut tindakan polisi sebagai aksi heroik dalam menghadapi penembakan tragis tersebut.

"Saya terus menerima informasi dari Menteri Dalam Negeri mengenai situasi di Krakow," tulis Tusk.

Ia menambahkan, kepolisian tengah menyelidiki latar belakang pelaku serta seluruh keadaan yang berkaitan dengan serangan tersebut. Presiden Polandia Karol Nawrocki juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan dirinya telah menerima puluhan pesan belasungkawa dari para menteri luar negeri berbagai negara. Duta Besar Amerika Serikat untuk Polandia, Tom Rose, turut mengecam penembakan massal tersebut sebagai serangan brutal yang telah mengusik kedamaian Polandia.

"Amerika berdiri bersama Polandia pada masa kelam ini," ujarnya melalui X.

Kecaman juga datang dari Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. Ia menegaskan Polandia tidak menghadapi tragedi tersebut sendirian.

"Tragedi hilangnya nyawa dalam penembakan di Krakow akan dirasakan jauh melampaui Polandia," katanya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyampaikan belasungkawa dan mengecam serangan tersebut sebagai kejahatan yang mengejutkan.

"Ukraina berdiri dalam solidaritas bersama Polandia dan rakyat Polandia. Setiap orang berhak atas keamanan," tulis Zelenskyy di media sosial.

Krakow merupakan kota terbesar kedua di Polandia yang terletak sekitar 250 kilometer di selatan ibu kota Warsawa. Kota ini juga menjadi salah satu destinasi wisata populer di negara tersebut dengan sekitar 15 juta pengunjung setiap tahunnya.

Penembakan mematikan tergolong sangat jarang terjadi di Polandia, negara anggota Uni Eropa dan NATO yang memiliki sekitar 38 juta penduduk.

Namun, negara tersebut tengah meningkatkan kewaspadaan setelah serangkaian serangan penusukan terjadi pada Oktober lalu. Tusk sebelumnya mengecam rangkaian kekerasan tersebut sebagai bentuk "kultus kekerasan".

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Horor Pembunuh Berantai Misterius, Korban Sudah Tembus 30 Orang


Most Popular
Features