Tetangga RI Turun Tangan, Kirim Hercules Bantu Padamkan Karhutla
Jakarta, CNBC Indonesia - Australia mengerahkan pesawat angkut militer C-130 Hercules untuk membantu Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Operasi dilakukan setelah kebakaran meluas selama berbulan-bulan dan memicu kabut asap beracun yang mengancam kesehatan masyarakat hingga melintasi perbatasan negara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Indonesia, Kristomei Sianturi, mengatakan masih banyak titik panas yang terdeteksi di Kalimantan Timur. "Berdasarkan pemantauan dan pengamatan kami, serta diskusi dengan tim teknis Australia, masih terdapat banyak titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Timur," ujarnya dalam pernyataan pada Kamis malam, seperti dikutip AFP Jumat (6/11/2026).
Pesawat Hercules tersebut diberangkatkan dari Jakarta menuju Kalimantan Timur pada Kamis untuk menjalankan operasi pemadaman melalui udara atau water bombing. Kedutaan Besar Australia di Indonesia menyebut pesawat itu mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam sekali penerbangan, dengan kapasitas lebih dari 100.000 liter per hari.
Selain Hercules, Australia mengirimkan pesawat Cessna Citation untuk memandu operasi udara serta 20 personel yang terdiri dari pilot, kru penerbangan, dan tenaga medis. Operasi bantuan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 November.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menyebut kerja sama tersebut mencerminkan hubungan persahabatan kedua negara. Ia juga mengingat kembali bantuan Indonesia dalam upaya memadamkan kebakaran hutan besar di Australia pada 2020.
"Kedua negara adalah sahabat sejati," ujarnya.
Kebakaran yang melanda Kalimantan telah menyebabkan kerusakan lingkungan dalam skala besar. Lembaga pemantau deforestasi Nusantara Atlas memperkirakan lebih dari 1,9 juta hektare lahan terbakar selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Para ahli mengaitkan sebagian besar kerusakan dengan praktik pembukaan lahan menggunakan api untuk kepentingan industri kayu, perkebunan kelapa sawit, dan pertambangan.
Dampak kebakaran juga meluas ke sektor kesehatan. Kementerian Kesehatan Indonesia mengungkapkan lebih dari 400.000 orang telah mendapatkan perawatan akibat gangguan pernapasan akut yang dipicu kabut asap beracun. Polusi tersebut bahkan menyebar hingga ke negara-negara tetangga dan sempat memperburuk hubungan regional.
Sebelumnya, Jepang juga mengirimkan sekitar 350 personel Pasukan Bela Diri beserta tiga helikopter pada September untuk membantu memadamkan kebakaran di Kalimantan Barat. Bantuan dari Australia dan Jepang ini menjadi bagian dari dukungan internasional dalam menghadapi kebakaran hutan yang terus meluas di Indonesia.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]