CNBC Indonesia Exclusive

Video: Wamenko Dradjad Ungkap Sebab 10 Juta Kelas Menengah Turun Kelas

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
06 November 2026 17:40

Jakarta, CNBC Indonesia- Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dradjad Hari Wibowo menyebutkan disrupsi teknologi dan ekonomi telah berdampak pada transformasi ekonomi dan efeknya dirasakan oleh kelas menengah.

Disrupsi ekonomi ini saat tidak direspons cepat membuat ekonomi kelas menengah mengalami tekanan, tercatat pada tahun 2019 jumlah kelas menengah mencapai 57 juta orang sementara pada 2024 turun menjadi 47,5 juta atau turun 10 juta dalam 5 tahun. Dalam mengantisipasi ini, pemerintah mendorong upaya penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi dan hilirisasi, menggencarkan program magang dan vokasi, hingga pemangkasan PPh gaji di Bawah Rp 10 juta serta diskon iuran jaminan sosial dan pemberian KPR rumah subsidi.

Salah satu sektor yang didorong untuk mendorong ekonomi Ri adalah sektor pariwisata meski tantangan regulasi dan birokrasi yang kurang kondusif, untuk itu guna menjadikan pariwisata dan Ekraf sebagai mesin ekonomi RI maka diperlukan perbaikan regulasi dan insentif untuk inovasi.

Dari sisi manufaktur, pemerintah terus mendorong kemajuan sektor industri melalui hilirisasi & industrialisasi di berbagai sektor termasuk perkebunan kelapa sawit hingga industri kertas. Selain itu industri data center juga akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sehingga penting upaya menggerakkan sektor teknologi digitalisasi era AI.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah memastikan kesiapan APBN dalam mendukung program prioritas seperti MBG, Kopdes Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih. Selain itu pemerintah terus mendorong peningkatan penerimaan pajak melalui reformasi pajak, salah satunya sumber penerimaan pajak bisa berasal dari kalangan wajib pajak kaya.

Seperti apa peran Kemenko Perekonomian mendorong ekonomi RI? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dradjad Hari Wibowo dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum'at, 06/11/2026)


Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...