MARKET DATA

Amran Beri Kabar Baik untuk Petani Jagung dan Peternak Ayam, Apa Itu?

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
05 November 2026 15:55
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman saat konferensi pers di kediaman pribadinya, Jakarta, Kamis (29/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman saat konferensi pers di kediaman pribadinya, Jakarta, Kamis (29/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menyiapkan sistem baru untuk melindungi peternak ayam dari gejolak harga jagung sebagai bahan baku pakan. Pemerintah akan mengintegrasikan petani jagung, peternak, koperasi, hingga Perum Bulog agar pasokan jagung tetap terjaga, terutama saat memasuki musim paceklik.

Melalui skema tersebut, hasil panen jagung yang berlebih akan diserap Bulog dan disimpan melalui mekanisme resi gudang. Stok tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh peternak ketika pasokan mulai terbatas. Hal ini disampaikan Amran saat kunjungan kerjanya ke Blitar, Jawa Timur.

"Kita hari ini tunaikan janji. Setelah peternak seluruh Indonesia, perwakilannya ada seribu lebih, datang ke Jakarta menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir," ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/11/2026).

Amran menjelaskan, petani jagung akan terhubung dengan koperasi dan peternak sebagai bagian dari rantai pasok. Ketika produksi melimpah, Bulog akan membeli kelebihan hasil panen untuk disimpan sebagai cadangan. Jagung tersebut kemudian bisa diambil kembali oleh peternak saat musim paceklik, khususnya pada September-November.

"Ini tanam jagung, kemudian offtaker-nya peternak. Kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog, menjadi resi gudang. Begitu masa paceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem, ini solusi permanen," jelasnya.

Untuk mendukung skema tersebut, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,7 triliun bagi petani jagung dan peternak. Anggaran itu berasal dari pengalihan sejumlah belanja yang dinilai bukan prioritas mendesak, seperti seminar di hotel, kunjungan, perjalanan dinas, hingga kegiatan perkantoran.

"Kami alihkan anggaran kurang lebih Rp3,7 triliun semuanya, untuk peternak dan juga petani jagung. Ini demi petani-peternak Indonesia," tegas dia.

Dukungan terhadap peternak juga dilakukan melalui penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pembelian telur ayam oleh Bulog dan ID Food.

Dalam kegiatan di Blitar, Bulog yang turut serta hadir, ikut menyerahkan secara simbolis jagung SPHP sebanyak 180 ton kepada 18 perwakilan koperasi peternak mikro. Selain itu, Bulog bersama ID Food menjalankan program pembelian telur ayam dari peternak mikro senilai Rp30 miliar untuk seluruh Indonesia secara bertahap hingga Desember 2026.

Melalui program SPHP, Bulog menyediakan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog bagi peternak mikro sesuai ketentuan yang berlaku.

Dukungan ini dinilai penting di tengah tingginya harga jagung di pasaran. Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin, mengatakan harga jagung di pasar telah mencapai Rp7.800 per kilogram. Sementara itu, peternak bisa memperoleh jagung SPHP dengan harga Rp5.500 per kilogram.

"Alhamdulillah dengan hadirnya Bapak Amran, sebagai bapak kami para petani dan peternak, sangat membantu sekali," ungkap Zainuddin.

"Harga pakan pabrikan selalu naik dan naik terus tanpa ada kompromi. Jagung di luaran hari ini sudah tembus Rp7.800 per kilogram, dengan jagung SPHP hanya Rp5.500 per kilogram. Ini sangat membantu kami selaku peternak," ujarnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran jagung SPHP dan pembelian telur merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha peternak mikro sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Bulog memastikan para peternak mikro tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha. Melalui program SPHP Jagung, kami ingin membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan penyaluran jagung SPHP dan sinergi pembelian telur, kami ingin membantu menjaga keberlanjutan produksi peternak sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat," ujar Rizal.

Amran menambahkan, penguatan ekosistem peternakan juga dilakukan melalui koperasi yang sudah berjalan. Koperasi tersebut tidak perlu dibubarkan atau diganti, melainkan diperkuat agar bisa menghubungkan kebutuhan peternak dengan produksi jagung petani.

Di sisi lain, pemerintah juga akan mengawal tata niaga telur agar peternak mendapatkan harga jual yang layak. Pasalnya, Amran menyoroti kondisi ketika harga telur di tingkat peternak jatuh, sementara harga di tingkat konsumen masih tinggi.

"Jangan ganggu petani-peternak kita. Ini bayangkan, ini telur harga di peternak, jatuh. Harga di konsumen, tinggi," ujarnya.

Amran menegaskan, perlindungan terhadap petani dan peternak menjadi penting karena sektor tersebut menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 160 juta masyarakat Indonesia. Pemerintah juga ingin memastikan kenaikan biaya pakan tidak semakin menekan keberlangsungan usaha peternak.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Amran Respons Cepat Tolong Nasib Peternak Ayam, Keluarkan Perintah Ini


Most Popular
Features