MARKET DATA
Internasional

Siaga Kondisi Darurat, UE Perintahkan Warga Stok Kebutuhan 72 Jam

tps,  CNBC Indonesia
05 November 2026 07:30
Bendera Uni Eropa. (REUTERS/Johanna Geron)
Foto: Bendera Uni Eropa. (REUTERS/Johanna Geron)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Eropa resmi merilis pedoman baru yang dirancang khusus untuk memperkuat kesiapsiagaan publik dalam menghadapi keadaan darurat. Rencana terbaru ini berfokus pada upaya membantu warga agar dapat tetap mandiri selama 72 jam pertama saat krisis melanda.

Mengutip Anadolu Agency, Kamis (5/11/2026), pedoman ini juga mengamanatkan pengintegrasian pendidikan kesiapsiagaan ke dalam kurikulum sekolah. Hal itu disampaikan oleh Komisaris untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis Eropa, Hadja Lahbib.

"Pedoman ini berupaya membekali individu dan masyarakat dengan pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain selama keadaan darurat," papar pernyataan resmi Komisi Eropa.

Salah satu prioritas utamanya adalah kemandirian selama 72 jam pertama krisis. Kebijakan darurat ini mendorong orang-orang untuk bersiap memenuhi kebutuhan terpenting mereka selama tiga hari awal terjadinya suatu krisis atau bencana.

Komisi merekomendasikan agar seluruh warga mulai mempersiapkan persediaan darurat penting dan tas perlengkapan keselamatan (grab bags). Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan setiap individu memiliki akses cepat ke kebutuhan dasar tepat setelah bencana menerjang.

Fokus utama lainnya dari pedoman baru ini adalah integrasi pendidikan kesiapsiagaan di tingkat paling dasar. Pedoman tersebut secara tegas mendorong seluruh negara anggota untuk mulai mengintegrasikan materi kesiapsiagaan darurat ke dalam pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar.

Selain dua poin utama tersebut, Komisi Eropa juga turut mengumumkan rencana mereka untuk menetapkan Hari Kesiapsiagaan Uni Eropa (UE) tahunan. Edisi pertama dari peringatan kesiapsiagaan darurat ini rencananya akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2027 mendatang.

Berbagai langkah drastis ini merupakan bagian utuh dari Strategi Persatuan Kesiapsiagaan UE yang sebelumnya telah diadopsi pada bulan Maret 2025 lalu. Strategi itu memang bertujuan penuh untuk memperkuat kemampuan Eropa dalam mengantisipasi, mencegah, dan merespons ancaman secara efektif.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BNPB Ingatkan Warga RI Siaga: Siapkan Tas Darurat Isi Kebutuhan 3 Hari


Most Popular
Features