MARKET DATA

Soal Insentif Mobil Niaga, Menperin Bilang Status Quo

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
04 November 2026 15:55
Ilustrasi kendaraan niaga. (Dok. Pexels)
Foto: Ilustrasi kendaraan niaga. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah belum berencana memberikan tambahan insentif untuk kendaraan niaga, termasuk kendaraan niaga listrik. Berbeda dengan mobil penumpang listrik yang menjadi perhatian pemerintah, pemberian insentif untuk kendaraan komersial masih akan dikaji lebih lanjut.

Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji mengatakan, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan pemberian insentif untuk kendaraan penumpang berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Dukungan terhadap kendaraan listrik tersebut terutama diarahkan pada komponen baterai.

"Kalau kendaraan penumpang, kita lebih concern insentifnya ke baterai, ya, ke full baterai," ujar Sarmuji usai Krista Food Expo 2026 di PIK 2, Rabu (4/11/26).

Sementara untuk kendaraan niaga, pemerintah belum menentukan arah kebijakan insentif berikutnya. Perhitungan mengenai dampak pemberian insentif terhadap kondisi fiskal menjadi salah satu pertimbangan sebelum pemerintah mengambil keputusan.

"Nanti kita lihat, karena ini kan aturan-aturannya terus dampaknya bagi keuangan. Kalau semua dikasih insentif seperti apa, pertumbuhan produksinya seperti apa, industri dibandingkan dengan pemasukan negara, nanti kita kaji terlebih dahulu," katanya.

Kebijakan insentif kendaraan bermotor memang menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Namun, pemberian fasilitas fiskal juga harus mempertimbangkan keseimbangan antara peningkatan produksi kendaraan dengan penerimaan negara.

Untuk saat ini, pemerintah belum melihat adanya urgensi untuk mengubah kebijakan insentif kendaraan niaga yang sudah berjalan. Evaluasi masih akan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai fasilitas yang telah tersedia bagi segmen tersebut.

"Ya, itu sementara begitu. Sementara masih status quo seperti itu. Kita melihat sudah ada berbagai insentif untuk kendaraan niaga, nanti kita lihat lagi apakah masih ada perlu tambahan insentif," ujar Sarmuji.

Menperin Sarmuji di Krista Interfood Expo 2026 di PIK 2, Rabu (4/11/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Menperin Sarmuji di Krista Interfood Expo 2026 di PIK 2, Rabu (4/11/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Respons Menperin Soal Usul Mobil Listrik Tak Perlu Lagi Insentif Gage


Most Popular
Features