Menuju 5 Abad, Forum Kearney Ungkap 'Modal' Jakarta Jadi Kota Global
Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi DKI Jakarta sebagai ibu kota negara, berperan penting untuk memperkuat Indonesia dalam perekonomian regional dan global. Transformasi Jakarta menjadi 'Global City' membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pembangunan perkotaan sekaligus iklim investasi yang kompetitif, kebijakan ekonomi yang progresif, ekosistem bisnis yang kuat, serta integrasi yang lebih besar dengan perekonomian global.
Pada 2030 Jakarta ditargetkan masuk jajaran 50 besar peringkat Kearney Global Cities Index. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun terus fokus memperbaiki berbagai hambatan sehingga dapat memberikan kepastian terhadap investor.
Dalam mengawal Jakarta menuju kota global, firma konsultan manajemen global Kearney menyelenggarakan KEARNEY 100 YEARS OF IMPACT dengan tema, "Jakarta Towards 500: Shaping the Next Global City Together".
President Director of Kearney Indonesia, Shirley Santoso memaparkan berbagai perubahan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung. Perubahan tersebut membawa Jakarta menjadi kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
"Paling berkesan bagi kami itu bukan hanya berbagai program yang dijalankan, tetapi juga semangat di baliknya. Keberanian untuk bergerak, optimisme untuk melihat peluang, dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan," ungkap dia, dikutip Senin (2/11/2026).
Namun menurut dia keberhasilan kota global tidak dibangun oleh satu pihak. Artinya Jakarta membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah pusat, sektor publik dan sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat.
"Jakarta tidak hanya dibangun dalam satu hari dan tidak hanya dibangun oleh satu pihak. Jakarta dibangun bersama oleh kita semua, oleh keputusan yang kita ambil, kemitraan yang kita bentuk," tegas Shirley.
Di saat yang sama, Global Managing Chairman of Kearney Bob Willen mengapresiasi para pemangku kepentingan yang hadir dalam acara tersebut. Selama 100 tahun Kearney, selalu berdiri demi dampak positif yang nyata.
"Di sepanjang perjalanan, kami selalu mengaitkannya kembali dengan dampak, hasil nyata, dan bekerja bersama-sama dengan para klien kami," kata dia.
Transformasi dan PR Besar Jakarta
Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan saat ini Jakarta telah menjadi kota metropolitan nomor satu di dunia, mengalahkan Tokyo hingga New York. Jakarta juga menjadi kota dengan ranking nomor 15 terbaik di dunia transportasi publik berdasarkan survei Time Out, sementara di ASEAN nomor 2 setelah Singapura.
Meski begitu, DKI Jakarta memiliki sejumlah pekerjaan rumah, yakni mengatasi kemiskinan. Menurutnya masalah utama yang dihadapi DKI Jakarta adalah gini rasio yang mencapai 0,45, sehingga harus diturunkan. Untuk itu, target selanjutnya adalah mendorong pendidikan yang dipercaya menjadi salah satu pemutus rantai kemiskinan.
Selain itu, Pramono juga fokus memperbaiki sistem transportasi, sehingga masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi menjadi transportasi umum. Salah satunya dengan kehadiran TransJabodetabek yang menghubungkan kota-kota pinggiran dengan pusat Jakarta.
"Ini cukup signifikan karena membuat orang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik itu meningkat dengan tajam. Meningkatnya bisa 15%, dan konektivitas Jakarta sekarang ini sudah 93%," ungkapnya.
Sementara dalam sesi fireside chat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pariwisata sebagai model paling cepat untuk mendatangkan pendapatan. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat Jakarta memiliki potensi besar untuk menggelar berbagai kegiatan yang diminati para turis.
"Kalau untuk model yang paling cepat untuk mendapatkan pendapatan adalah model tourism, karena tourism menghasilkan devisa tetapi dia tidak ada impor komponennya. Saat Kanye West kemarin okupansi (hotel di Jakarta) mencapai 90%," kata Airlangga.
Respon Pakar dan Pemangku Kepentingan Terkait Potensi Perkembangan Jakarta
Forum ini juga menghadirkan sesi diskusi panel untuk menggali perspektif dari pemerintah, pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan lainnya dalam membahas arah kebijakan, peluang investasi, daya saing ekonomi, serta peran Indonesia dalam perdagangan internasional.
CIO of BPI Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyebut bahwa Jakarta sedang menjadi kota terbesar di dunia dengan penguatan produk domestik bruto. Salah satu hal yang telah dilakukan Jakarta adalah menjadi ekonomi jasa yang sangat besar.
"Saya tidak tahu apakah Anda sekalian berada di sini akhir pekan ini, kita memiliki dua acara besar, bukan? Kita memiliki running festival dan kita memiliki acara Ye atau Kanye," papar Pandu.
Menurut dia, acara tersebut menjadi umpan balik sebab para wisatawan yang mayoritas adalah warga negara asing menggerakkan perekonomian sekaligus melihat kemajuan kota Jakarta.
"Itu adalah salah satu hal yang tidak dapat didisrupsi oleh kecerdasan buatan (AI). Hiburan dan live entertainment," tambah dia.
Sedangkan Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani membeberkan bahwa Jakarta mengalami transformasi yang pesat. Di mana pertumbuhan investasi sepanjang 2023-2025 meningkat sebesar 62,5% atau lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Menurut dia, sektor Artificial intelligence (AI) dan data center menjadi peluang investasi besar bagi Jakarta. Tak hanya itu, peluang juga datang dari green business dan sustainability.
"Mungkin belum menjadi perhatian banyak industri ekonomi kreatif. Itu kesempatan luar biasa. Belum jadi driver. Jadi saya lihat sinergitas bisa dibangun," terang dia.
Di sisi lain, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik juga mengungkap kemajuan DKI Jakarta, khususnya dari sisi inklusivitas. Setidaknya ia mencatat ada sebanyak 33 juta investor dengan 962 perusahaan tercatat dan transaksi 20,5 triliun per hari di Bursa.
"Kata kuncinya adalah inklusivitas, melibatkan semua pihak. Jadi, sebagai bursa yang dulu pernah dikenal sebagai Bursa Efek Jakarta, saya rasa Jakarta juga perlu menunjukkan inklusivitasnya agar semua pihak bisa terlibat untuk membangun Jakarta," tegas Jeffry.
Senada, Managing Director EMTEK Sutanto Hartono juga menyebut kemajuan Jakarta memerlukan konektivitas antara pemerintah dan swasta. Dalam hal ini pemerintah perlu memberikan regulasi yang mendukung pertumbuhan sektor swasta.
"Pelaku industri kita, sektor swasta itu, sudah banyak tahu problem solving-nya apa dan wishlist kita ini apa. Untuk itu, perlu dibantu pemerintah dari sisi apakah regulatory, support, dan sebagainya," kata dia.
Dalam forum ini, CEO Blue Bird Group Adrianto Djokosoetono juga mengapresiasi upaya orkestrasi yang telah dilakukan oleh Pemprov Jakarta bersama pemerintah daerah di Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), baik dari sisi investasi maupun transportasi. Ke depannya, dia berharap transparansi kemitraan dengan sektor swasta dapat semakin ditingkatkan sehingga pembangunan kota bisa terealisasi dengan lebih cepat dan masif.
"Harapannya ke depannya PPP (Public Private Partnership) ini akan lebih transparan dan lebih banyak, sehingga pembangunan bisa lebih cepat, lebih masif, dan dirasakan oleh makin lebih banyak masyarakat, baik yang di Jabodetabek, maupun pendatang. Kemudian untuk event-event besar, ini memang menghidupkan perputaran (ekonomi), momentum itu jangan sampai hilang," ujarnya.
Staf khusus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede menambahkan semua pihak perlu berkolaborasi untuk pembangunan dan kemajuan Jakarta.
"Kita semua warga Jakarta, stakeholder, harus tanggung jawab terhadap pembangunan Jakarta. Dari sisi pembiayaan pun harus gotong royong. Yang punya uang itu swasta, yang bisa kerja produktif itu swasta," tutur dia.
Optimisme Jakarta Menjadi Kota Global
Head of Kearney Foresights and Global City Index Rudolph Lohmeyer yang menutup rangkaian KEARNEY 100 YEARS OF IMPACT memaparkan Jakarta memiliki masa depan sebagai kota global. Mengingat Jakarta telah mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan.
"Tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang memerlukan rantai pasok, yang membutuhkan konektivitas Jakarta di pusat wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia ini, tetapi juga bagi warga Jakarta," ungkap dia.
Selain itu, Jakarta menjadi wilayah yang demokratis. Sifat ini turut berkontribusi terhadap perkembangan Jakarta. Rudolph juga menyebut Jakarta berhasil memberikan pilihan-pilihan kepada warganya untuk membangun bisnis dan mendorong perekonomian. Menurut dia hal ini dapat menginspirasi.
"Saya ingin mengapresiasi untuk hal itu. Ketika kita melihat kota-kota lain di dunia, tentu saja ini kompetitif, banyak yang mencoba menjadi global dengan cara yang berbeda-beda," terang dia.
Rangkaian acara Kearney 100 Years of Impact menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta membangun kota yang semakin terhubung dan kompetitif di tingkat global. Sejalan dengan perjalanan 100 tahun Kearney dalam memberikan dampak bagi dunia usaha dan masyarakat, diskusi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan mendorong langkah nyata untuk mewujudkan potensi Jakarta sebagai kota global.
(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]