Alat Sampai Software Penyadap Marak di Marketplace, Segini Harganya
Jakarta, CNBC Indonesia - Isu penyadapan tengah menjadi sorotan setelah mencuat dugaan keterlibatan sejumlah petinggi Polri dalam penyadapan komunikasi Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya isu tersebut, berbagai perangkat yang diklaim bisa digunakan untuk merekam hingga memantau percakapan ternyata dapat ditemukan dengan mudah di sejumlah marketplace.
Pantauan CNBC Indonesia di sejumlah platform perdagangan online menunjukkan beragam produk yang dipasarkan dengan embel-embel alat sadap, spy cam, hingga perekam percakapan telepon. Bukan hanya perangkat fisik, software yang diklaim mampu memantau aktivitas ponsel seseorang juga ditawarkan secara daring.
Bentuk dan kemampuan produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kamera tersembunyi berbentuk kancing dan powerbank, alat pendengar suara dari balik dinding, perangkat perekam sambungan telepon, hingga aplikasi pemantau smartphone.
Dari sisi harga, produk-produk tersebut ditawarkan mulai Rp163 ribu hingga jutaan rupiah, bergantung pada jenis dan fitur yang diklaim dimiliki.
Salah satu produk yang ditemukan adalah alat perekam percakapan telepon atau voice logger. Perangkat ini ditawarkan dalam beberapa kapasitas, mulai dari dua jalur (line), empat jalur, hingga 16 jalur telepon.
Untuk alat perekam telepon dua jalur, harganya ditawarkan sekitar Rp1,03 juta hingga Rp1,49 juta. Sementara itu, produk dengan kapasitas empat jalur mencapai Rp2,19 juta, sedangkan perangkat dengan 16 jalur dibanderol sekitar Rp6,74 juta.
Berdasarkan keterangan penjual, perangkat tersebut digunakan untuk merekam percakapan telepon masuk maupun keluar, termasuk pada sistem telepon kantor atau PABX. Rekaman suara diklaim dapat dipindahkan secara digital ke komputer melalui USB dan disimpan dalam format WAV atau MP3.
Tidak hanya merekam suara, perangkat tersebut juga diklaim dapat mencatat nomor telepon, durasi percakapan, serta waktu dan tanggal komunikasi. Beberapa produk bahkan menawarkan fitur pemantauan dan pemutaran ulang rekaman melalui komputer yang terhubung ke jaringan.
Selain perekam telepon, ada pula perangkat yang dipasarkan sebagai alat pendengar suara dari balik dinding. Salah satu produk yang ditemukan dibanderol sekitar Rp474 ribu.
Dalam deskripsinya, alat tersebut diklaim mampu menangkap suara percakapan dari balik dinding kayu, pintu, jendela, hingga pelat baja. Perangkat berbentuk kecil itu dilengkapi penguat suara internal dan earphone untuk mendengarkan hasil tangkapan suara.
Ada pula perangkat penyadap berbasis jaringan GSM yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp250 ribu. Penjual mengklaim alat berukuran mini tersebut dapat digunakan dengan kartu SIM. Pengguna disebut bisa menghubungi nomor yang terpasang pada perangkat untuk mendengarkan suara di sekitarnya.
Produk lain yang turut ditemukan adalah kamera tersembunyi atau hidden camera. Perangkat ini dijual dalam berbagai bentuk agar tidak mudah dikenali, salah satunya menyerupai kancing pakaian dan korek api.
Kamera tersembunyi berbentuk kancing ditawarkan sekitar Rp260 ribu. Dalam keterangan produknya, perangkat tersebut diklaim dapat merekam video sekaligus audio, memiliki mikrofon internal, serta menggunakan baterai isi ulang. Hasil rekaman disebut dapat disimpan melalui kartu memori.
Sementara itu, kamera tersembunyi berbentuk powerbank dijual sekitar Rp1,075 juta. Perangkat tersebut diklaim memiliki resolusi HD 1080p, fitur penglihatan malam atau night vision, deteksi gerakan, serta perekaman berulang (loop recording). Kamera juga disebut dapat dipantau melalui koneksi Wi-Fi menggunakan ponsel.
Software Sadap Ponsel Mulai Rp163 Ribu
Menariknya, penjualan perangkat penyadapan di marketplace tidak hanya berupa barang elektronik. Software yang diklaim bisa memantau aktivitas ponsel seseorang juga ditemukan dijual dengan harga relatif terjangkau.
Salah satu produk dipasarkan dengan nama software sadap ponsel seharga sekitar Rp163 ribu. Dalam deskripsinya, aplikasi tersebut diklaim mampu memantau berbagai aktivitas pada smartphone berbasis Android, mulai dari pesan singkat atau SMS, panggilan telepon, hingga aktivitas WhatsApp.
Penjual juga mengklaim software tersebut dapat mengakses riwayat panggilan, daftar kontak, foto, hingga file suara yang tersimpan di ponsel target. Bahkan, terdapat fitur yang disebut bisa memantau lokasi perangkat secara real time.
Produk lainnya ditawarkan dengan nama aplikasi software sadap ponsel tanpa sentuh dengan harga sekitar Rp325 ribu.
Dalam keterangan penjual, software tersebut diklaim memiliki kemampuan pemantauan yang lebih luas. Tidak hanya WhatsApp, aplikasi itu disebut dapat mengakses aktivitas sejumlah media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Line.
Fitur lain yang ditawarkan mencakup pemantauan pesan SMS, rekaman percakapan telepon, kamera, hingga suara di sekitar perangkat. Penjual juga mengklaim aplikasi tersebut dapat memberikan informasi lokasi ponsel dan riwayat lokasi yang pernah dikunjungi.
Bahkan, dalam deskripsi produknya disebutkan software dapat memberikan notifikasi apabila kartu SIM pada ponsel target diganti. Penjual turut mengklaim aplikasi tersebut memiliki sistem penggunaan seumur hidup tanpa biaya langganan bulanan.
Meski demikian, seluruh kemampuan tersebut masih sebatas klaim yang dicantumkan penjual dalam deskripsi produk. Pantauan marketplace tidak membuktikan bahwa software tersebut benar-benar memiliki seluruh fungsi yang ditawarkan maupun dapat bekerja tanpa akses atau persetujuan pemilik perangkat.
Sebagai informasi, Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri yang juga sempat menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit Prabowo, bersama dua perwira tinggi Polri lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Dua tersangka lainnya yakni Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso.
Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin mengungkapkan, dugaan penyadapan tersebut berlangsung pada periode 2025-2026. Aksi itu diduga menyasar sejumlah nomor telepon, mulai dari milik Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, media, tokoh organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga kalangan pengusaha.
Dugaan tersebut menambah perhatian publik terhadap praktik penyadapan, termasuk bagaimana perangkat perekam dan software pemantauan aktivitas digital dapat ditemukan melalui perdagangan daring.
(wur) [Gambas:Video CNBC]