MARKET DATA
Internasional

Hasil Pemilu AS: Demokrat Kuasai DPR dan Senat, Trump Dibuat "Lumpuh"?

luc,  CNBC Indonesia
04 November 2026 13:10
Demonstrators gather near the White House to cheer for midterm election results in Washington, DC, US, November 4, 2026. REUTERS/Evan Vucci
Foto: REUTERS/Evan Vucci

Jakarta, CNBC Indonesia - Peta kekuatan politik Amerika Serikat berubah drastis setelah Partai Demokrat diproyeksikan merebut kendali atas dua kamar Kongres, yakni DPR dan Senat, dalam pemilu sela (midterm elections) 2026.

Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik. Di sisi lain, Demokrat mampu memanfaatkan tingkat ketidakpuasan publik terhadap Trump yang mencapai rekor tertinggi untuk memperkuat posisi mereka di Kongres.

Perubahan komposisi parlemen juga akan memberi oposisi kekuatan lebih besar untuk mengawasi kebijakan pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.

Dilansir CNN, Rabu (4/11/2026), Demokrat bahkan berhasil menembus wilayah-wilayah yang selama ini menjadi basis kuat Partai Republik. Mereka memenangkan sejumlah pemilihan yang selama puluhan tahun sulit dimenangkan, termasuk kursi Senat di South Carolina, negara bagian yang dimenangkan Trump dengan selisih 18 poin pada Pilpres 2024.

Kemenangan juga diraih di Texas, yang belum pernah memilih kandidat Demokrat untuk jabatan tingkat negara bagian sejak 1994. Demokrat bahkan berhasil menembus Kansas, yang terakhir kali memilih senator dari partai tersebut pada 1932. Selain itu, mereka mengamankan kemenangan di Ohio dan Iowa.

Perubahan kendali Kongres ini menutup periode politik yang berlangsung cepat selama 22 bulan terakhir. Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump memperluas penggunaan kekuasaan eksekutif dengan dukungan Kongres yang dikuasai Partai Republik serta sejumlah lembaga lainnya.

Kini, partainya justru harus menerima kekalahan besar dalam pemilu sela.

Adapun dalam 50 tahun terakhir, perubahan kendali atas DPR dan Senat secara bersamaan dalam satu siklus pemilu hanya terjadi dua kali.

Sejumlah faktor diduga berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik, mulai dari inflasi, kebijakan tarif Trump, perang dengan Iran, hingga kekhawatiran pemilih terhadap perilaku presiden dan upayanya memperkaya diri.

Hasil jajak pendapat pemilih CNN menunjukkan lebih dari enam dari setiap 10 pemilih tidak menyetujui kinerja Trump. Bahkan, lebih dari separuh responden menyatakan sangat tidak puas.

Sekitar dua pertiga pemilih juga menilai kebijakan Trump justru memperburuk kondisi ekonomi.

Kemenangan Demokrat di DPR sebenarnya telah diperkirakan sebelumnya. Partai tersebut hanya membutuhkan tambahan bersih tiga kursi untuk mengambil alih mayoritas. Selain itu, partai yang menguasai Gedung Putih umumnya kehilangan kursi dalam pemilu sela.

Namun, keberhasilan merebut Senat menjadi pencapaian yang jauh lebih besar. Untuk menguasai kamar tersebut, Demokrat harus memenangkan sejumlah negara bagian yang pada Pilpres 2024 memberikan kemenangan dengan selisih dua digit kepada Trump. Mereka akhirnya berhasil merebut kursi di South Carolina, Texas, Ohio, Kansas, dan Iowa.

Besaran mayoritas Demokrat di DPR maupun Senat masih menunggu penghitungan akhir suara. Meski demikian, proyeksi menunjukkan mereka berpeluang memiliki keunggulan yang cukup untuk mempertahankan kendali di kedua kamar.

Kendati demikian, kemenangan tersebut tidak otomatis membuat Demokrat leluasa menjalankan agenda politiknya. Trump masih memiliki hak veto, sementara sebagian besar rancangan undang-undang di Senat membutuhkan dukungan minimal 60 suara untuk disahkan.

Kondisi ini membuat peluang Demokrat meloloskan banyak kebijakan prioritas mereka tetap terbatas.

Meski begitu, penguasaan Kongres memberi Demokrat kewenangan lebih besar untuk melakukan penyelidikan terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian mereka, termasuk memanggil pihak-pihak terkait melalui kewenangan subpoena.

Kendali atas Senat juga memungkinkan Demokrat menahan atau menggagalkan calon hakim yang diajukan Trump. Kewenangan ini menjadi penting jika terjadi kekosongan kursi di Mahkamah Agung AS selama sisa masa jabatan presiden.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemilu Sela AS Digelar, Popularitas 'Gerbong' Trump Makin Merosot


Most Popular
Features