MARKET DATA

Minyak Dunia Tembus US$114, Suahasil Pasang Strategi Amankan APBN

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
04 November 2026 07:25
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan keterangan saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober 2026 di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan keterangan saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober 2026 di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terhadap lonjakan harga minyak dunia yang tembus US$114 per barel.

Pasalnya, kenaikan harga minyak dunia juga memberikan tekanan kepada pasar keuangan. Hal ini terlihat dari kenaikan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN).

"Kami melihat bahwa kalau di pasar SBN itu suku bunga SBN yield-nya itu juga mulai meningkat. Nah ini adalah karena efek dari luar negeri yang di dunia," katanya, usai Rapat Terbatas di Istana Negara, Selasa (3/11/2026).

"Ini kan terlihat bahwa harga minyak itu meningkat, meskipun dalam beberapa hari ini agak agak turun ya, tapi pernah US$113 (per barel) dolar bahkan US$114 (per barel) dan ini memberikan kita harus melakukan kesiapsiagaan untuk APBN-nya," jelas Suahasil.

Tak hanya itu, Suahasil juga melaporkan perkembangan arus modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia. Menurutnya meskipun kondisi berbeda terjadi di pasar saham Indonesia, aliran modal asing masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan SBN masih cukup tinggi.

"Untuk inflow, tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa terjadi inflow sampai saat ini masih inflow sekitar Rp126 triliun sepanjang tahun dari Januari sampai dengan akhir Oktober kemarin, dan ini adalah inflow yang baik," kata Suahasil.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Suahasil: Wamenkeu Dibagi Fokusnya, Bukan Tanggung Jawabnya


Most Popular
Features