MARKET DATA

Warga RI Makin Jarang Liburan ke Luar Negeri, Pertanda Apa?

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
02 November 2026 17:35
Penumpang mengantri di area check-in saat Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibuka kembali pasca letusan Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, dekat Jakarta, Indonesia, 8 September 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Foto: Penumpang mengantri di area check-in saat Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibuka kembali pasca letusan Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, dekat Jakarta, Indonesia, 8 September 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat Indonesia tampaknya semakin banyak memilih berwisata di dalam negeri dibandingkan bepergian ke luar negeri. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus), di tengah penurunan perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisnus sepanjang Januari-September 2026 mencapai 938,84 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 4,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi sejak 2019.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, tren positif perjalanan wisata domestik juga terlihat pada September 2026. Pada bulan tersebut, jumlah perjalanan wisnus mencapai 96,69 juta perjalanan atau meningkat 2,47% secara tahunan (year on year/yoy).

Meski demikian, secara bulanan jumlah perjalanan wisnus mengalami penurunan 7,30% dibandingkan Agustus 2026.

"Capaian kunjungan wisnus Januari-September 2026 merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2019 yang lalu," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/11/2026).

Sebaliknya, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri justru mengalami penurunan. BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) sepanjang Januari-September 2026 sebanyak 6,51 juta perjalanan, turun 4,60% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut juga terlihat pada September 2026. Jumlah perjalanan wisnas tercatat sebanyak 600.605 perjalanan, turun 6,69% secara bulanan dan merosot 13,69% secara tahunan.

Penumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno-Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin,  7 September 2026. REUTERS/Ajeng Dinar UlfianaPenumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno-Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Ateng menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan perjalanan wisnas secara bulanan adalah kenaikan harga tiket penerbangan internasional. Selain itu, fenomena kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah juga turut memengaruhi penerbangan internasional.

"Penurunan perjalanan wisnas secara bulanan, ini seiring dengan peningkatan harga tiket penerbangan internasional, ya contohnya di sini dari Aceh ke Malaysia mengalami peningkatan ya, serta juga ada fenomena kabut asap yang terjadi, di antaranya pada bulan September yang tentunya ini mempengaruhi penerbangan di level internasional," jelasnya.

Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan secara tahunan. Sepanjang Januari-September 2026, total kunjungan wisman mencapai 12,01 juta kunjungan atau meningkat 5,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut juga menjadi capaian tertinggi sejak 2020, meskipun masih sedikit di bawah capaian periode Januari-September 2019 yang mencapai 12,10 juta kunjungan.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, rata-rata wisatawan mancanegara menghabiskan US$1.374,48 per kunjungan pada triwulan III-2026. Pengeluaran tersebut meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Rata-rata lama tinggal wisman juga meningkat menjadi 11,01 malam. Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk akomodasi sebesar US$497,12, disusul makanan dan minuman sebesar US$271,33 serta belanja dan cendera mata sebesar US$148,93.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Presiden Betah di Luar Negeri, Kunjungan Kerja ke Negeri Sendiri


Most Popular
Features