MARKET DATA

Waspada Bencana! Jepang & Inggris Minta Warga Stok Makanan hingga Air

Martya Rizky,  CNBC Indonesia
01 November 2026 17:00
Orang-orang yang membawa payung berjalan di dekat kabut yang menyejukkan saat pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan serangan panas di Tokyo dan prefektur lainnya karena gelombang panas, di Tokyo, Jepang, 22 Juli 2026. (REUTERS/Issei Kato)
Foto: Orang-orang yang membawa payung berjalan di dekat kabut yang menyejukkan saat pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan serangan panas di Tokyo dan prefektur lainnya karena gelombang panas, di Tokyo, Jepang, 22 Juli 2026. (REUTERS/Issei Kato)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jepang dan Inggris mulai memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman darurat, mulai dari bencana alam, gangguan siber, hingga potensi krisis pangan. Warga kedua negara diminta menyiapkan persediaan makanan, air, dan kebutuhan pokok agar mampu bertahan setidaknya selama tiga hari tanpa bantuan dari luar.

Di Jepang, Menteri Penanggulangan Bencana Goshi Hosono menyatakan pemerintah akan mengeluarkan imbauan kepada kementerian, pemerintah daerah, hingga masyarakat pada 2 November 2026. Warga bahkan didorong menyiapkan persediaan untuk kebutuhan hingga satu minggu.

"Setidaknya untuk tiga hari, dan idealnya satu minggu, bahkan jika tidak ada bantuan dari pihak luar, Anda harus sudah menyiapkan makanan, fasilitas sanitasi, air, dan kebutuhan lainnya di rumah," kata Hosono kepada FNN, dikutip dari Business Today, Minggu (1/11/2026).

Langkah tersebut dilakukan mengingat Jepang menghadapi sejumlah ancaman bencana besar, termasuk potensi gempa megathrust di Palung Nankai, gempa besar di bawah ibu kota, aktivitas seismik di Palung Kuril dan Palung Jepang, hingga kemungkinan letusan Gunung Fuji.

Sementara itu, Inggris juga mengampanyekan kesiapsiagaan rumah tangga melalui program nasional bertajuk Be Ready. Pemerintah meminta setiap keluarga memiliki persediaan kebutuhan pokok untuk tiga hari apabila terjadi gangguan layanan publik, seperti pemadaman listrik, terhentinya pasokan air, banjir, hingga kebakaran hutan.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengatakan masyarakat perlu mengambil langkah praktis untuk menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

"Ini menggembirakan karena masyarakat mengambil langkah-langkah praktis untuk bersiap menghadapi keadaan darurat. Memiliki sejumlah kebutuhan sehari-hari di rumah, mulai dari makanan kaleng hingga senter, dapat membantu keluarga menghadapi gangguan, baik akibat banjir, pemadaman listrik, maupun pipa air yang pecah. Kita semua bisa berperan dalam membuat Inggris lebih tangguh," katanya kepada BBC Newsnight.

Dalam panduan tersebut, warga Inggris disarankan menyimpan sekitar tiga liter air minum per orang setiap hari, makanan tahan lama seperti daging, buah, dan sayuran kalengan, serta uang tunai. Persediaan juga perlu dilengkapi obat-obatan, perlengkapan pertolongan pertama, senter, baterai cadangan, radio manual, selimut, dan pengisi daya portabel.

Masyarakat juga diminta menyiapkan kebutuhan khusus, seperti makanan hewan peliharaan, popok, susu formula, hingga obat resep bagi anggota keluarga yang membutuhkannya. Pemerintah menyarankan perlengkapan tersebut dikumpulkan secara bertahap sesuai kemampuan dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau.

Kampanye ini turut dilatarbelakangi kekhawatiran Inggris terhadap meningkatnya ancaman keamanan, khususnya dari Rusia. Streeting bahkan memperingatkan negaranya harus bersiap menghadapi kemungkinan perang dalam 1.000 hari ke depan.

Di sisi lain, Inggris juga menghadapi ancaman ketahanan pangan akibat gelombang panas dan kekeringan ekstrem. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu hasil panen serta meningkatkan ketergantungan negara itu terhadap impor pangan.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah 5 Negara Minta Warga Siaga Darurat, Stok Makanan-Air


Most Popular
Features