MARKET DATA

AS Beri Peringatan Baru, Bandara Arab Saudi Terancam Diserang

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
31 October 2026 22:00
Rekaman CCTV menunjukkan reaksi orang-orang terhadap serangan di Bandara Internasional Abha, di Abha, Provinsi Asir, Arab Saudi, dalam cuplikan layar dari video yang dirilis pada Kamis (15/10/2026). (Tangkapan Layar Video/REUTERS)
Foto: (Tangkapan Layar Video/REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya yang berada di Arab Saudi. Dilansir dari Gulf News, peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi serangan terhadap bandara, penutupan wilayah udara, hingga gangguan penerbangan di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Dalam peringatan keamanan yang diterbitkan pada 30 Oktober 2026, Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi. Perintah tersebut berlaku sejak 23 Oktober 2026 dan didasarkan pada pertimbangan risiko keamanan.

Peringatan itu juga menyoroti serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting. Serangan tersebut dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil serta menyebabkan gangguan perjalanan yang cukup serius.

AS memperingatkan bahwa situasi keamanan dapat memburuk dengan cepat dan dampak konflik berpotensi meluas hingga ke wilayah yang sebelumnya tidak terdampak langsung.

Gangguan operasional juga masih terjadi di sejumlah bandara utama Arab Saudi. Di Riyadh, Bandara Internasional King Khalid (RUH) mulai dibuka kembali secara terbatas pada 23 Oktober 2026. Bandara tersebut melayani penerbangan domestik dan sejumlah penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai nasional Arab Saudi.

Sementara itu, beberapa penerbangan yang biasanya beroperasi dari Riyadh dialihkan ke Bandara Internasional Prince Naif bin Abdulaziz di wilayah Qassim.

Adapun Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah (JED) masih beroperasi, meskipun terdapat sejumlah keterlambatan dan pembatalan penerbangan. Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Internasional King Fahd di Dammam (DMM), yang tetap beroperasi dengan beberapa gangguan jadwal penerbangan.

Para pelancong diminta memeriksa status keberangkatan secara langsung melalui maskapai maupun pengelola bandara sebelum berangkat menuju lokasi.

Selain peringatan kepada masyarakat umum, pemerintah AS juga memberlakukan pembatasan perjalanan bagi pegawainya di Arab Saudi. Mereka wajib memperoleh izin khusus dari Kepala Misi AS sebelum menggunakan bandara mana pun di wilayah kerajaan tersebut.

Pegawai pemerintah AS juga dilarang bepergian dalam radius 20 mil atau sekitar 32 kilometer dari perbatasan Yaman. Izin khusus turut diwajibkan bagi perjalanan ke Provinsi Jizan, Asir, dan Najran, serta wilayah Qatif, Yanbu, dan Taif.

Misi AS meminta warga negaranya meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan fasilitas bandara di Arab Saudi. Mereka juga diminta mengantisipasi kemungkinan serangan, penutupan wilayah udara, serta pembatalan penerbangan secara mendadak.

Di tengah terganggunya perjalanan udara, jalur transportasi darat di Arab Saudi masih beroperasi. Seluruh perlintasan perbatasan darat negara tersebut dilaporkan tetap dibuka, termasuk King Fahd Causeway yang menghubungkan Arab Saudi dengan Bahrain.

Jalan raya di sekitar Riyadh, Jeddah, dan Dhahran juga masih dapat digunakan. Masyarakat yang membutuhkan perjalanan alternatif dapat mempertimbangkan penggunaan kendaraan pribadi, kereta api, maupun bus.

Sejumlah penyedia transportasi darat yang dapat digunakan antara lain Saudi Arabia Railways, SAT Transportation, dan SAPTCO. Namun, calon penumpang tetap diminta memastikan jadwal serta ketersediaan layanan secara langsung kepada masing-masing operator.

Bandara di sejumlah negara tetangga Arab Saudi juga dilaporkan masih beroperasi. Negara-negara tersebut meliputi Bahrain, Yordania, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Bandara Internasional Bahrain, Bandara Internasional Queen Alia di Amman, Bandara Internasional Muscat, serta bandara di Doha, Abu Dhabi, Dubai, dan Sharjah termasuk fasilitas penerbangan yang masih beroperasi.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bandara Riyadh Ditutup Efek Dirudal, Ini Perintah Menhub ke Maskapai


Most Popular
Features