Bahlil Minta Pengusaha Lapor Kalau Ada ASN Main 'di Bawah Tangan'
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas untuk melaporkan kepada dirinya apabila terjadi praktik-praktik di bawah tangan, khususnya soal perizinan.
Bahlil menyampaikan, sejatinya, pemerintah terbuka perihal tender maupun perizinan. Alasannya, pemerintah mau menjaga transparansi dan cepat dalam hal meningkatkan produksi minyak di dalam negeri.
"Saya kasih tahu kepada bapak ibu semua, tolong kalau masih ada yang main-main di Ditjen Migas, masih ada yang main cara-cara di bawah tangan, masih ada yang rekan-rekan, kasih tahu kepada saya. Saya selesaikan Pak Dirjen. Karena tidak ada lagi urusan kongkow-kongkow segala macam, nggak ada,"
"Kita mau transparan, kita mau cepat. Dan siapa yang paling berhak mengerjakan adalah diberikan prioritas kepada orang yang serius untuk mengerjakan," terang Bahlil dalam Pembukaan Forek Hulu Migas 2026, di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Sebelumnya, Bahlil menekankan, kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas yang sudah menyelesaikan Plan of Development (PoD) atau Rencana Pengembangan untuk bisa segera dieksekusi. Jika tak mampu, Bahlil meminta bisa segera dikembalikan kepada negara.
"Mohon bantuannya, kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara, nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan, termasuk Pertamina. Sekalipun Pertamina punya negara, saya tidak meminta untuk kalian kerjanya lambat, harus cepat,"
"Kalau tidak, sharing dengan perusahaan yang lain, karena kita butuh produktivitas dan peningkatan lifting di bangsa kita," tanda Bahlil.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]