Jepang di Ambang Bencana, Minta Warga Stok Makanan sampai Air
Jakarta, CNBC Indonesia - Bukan cuma Inggris, Jepang juga kini mengimbau masyarakat menyiapkan persediaan darurat di rumah untuk menghadapi bencana alam hingga gangguan siber yang dapat melumpuhkan layanan publik. Warga diminta menyimpan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan pokok agar mampu bertahan setidaknya selama tiga hari tanpa bantuan dari luar.
Imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi keadaan darurat yang datang tiba-tiba. Jepang pun mendorong warga menyiapkan kebutuhan hingga satu minggu.
Mengutip Business Today, Rabu (28/10/2026), Menteri Penanggulangan Bencana Jepang Goshi Hosono menyatakan pemerintah akan menyampaikan permintaan mendesak kepada kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat pada 2 November. Ini bertepatan dengan pembentukan Badan Pencegahan Bencana nasional.
"Setidaknya untuk tiga hari, dan idealnya satu minggu, bahkan jika tidak ada bantuan dari pihak luar, Anda harus sudah menyiapkan makanan, fasilitas sanitasi, air, dan kebutuhan lainnya di rumah," kata Hosono kepada FNN.
Jepang menghadapi sejumlah risiko bencana berskala besar. Termasuk potensi gempa megathrust di Palung Nankai, gempa besar di bawah ibu kota, gempa di sepanjang Palung Kuril dan Palung Jepang, serta kemungkinan letusan Gunung Fuji.
Hosono menegaskan diperlukan tingkat kesiapsiagaan yang berbeda untuk menghadapi bencana berskala nasional. Pemerintah juga berupaya memperbaiki tempat evakuasi dengan menyediakan kamar mandi, makanan hangat, dan tempat tidur yang layak.
Sebelumnya, Inggris meminta masyarakat bersiap menghadapi kemungkinan kelangkaan pangan hingga gangguan layanan publik akibat serangan siber dan situasi darurat lainnya. Imbauan ini disampaikan melalui kampanye nasional bertajuk Be Ready yang menjadi bagian dari program peningkatan kesiapsiagaan rumah tangga selama tiga tahun.
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting memperkenalkan panduan terbaru bagi masyarakat untuk menghadapi berbagai ancaman, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan. Pemerintah menyarankan setiap keluarga memiliki persediaan kebutuhan pokok yang cukup untuk tiga hari apabila layanan sehari-hari terganggu.
Persediaan tersebut mencakup uang tunai, air minum kemasan, dan makanan kaleng. Pemerintah juga meluncurkan situs khusus yang menyediakan daftar perlengkapan darurat untuk diunduh.
Setelah panduan tersebut diumumkan, penjualan makanan kaleng, radio putar manual, dan senter dilaporkan meningkat. Streeting mengatakan kepada BBC Newsnight bahwa respons masyarakat terhadap imbauan tersebut merupakan perkembangan positif.
"Ini menggembirakan karena masyarakat mengambil langkah-langkah praktis untuk bersiap menghadapi keadaan darurat. Memiliki sejumlah kebutuhan sehari-hari di rumah, mulai dari makanan kaleng hingga senter, dapat membantu keluarga menghadapi gangguan, baik akibat banjir, pemadaman listrik, maupun pipa air yang pecah," katanya.
"Kita semua bisa berperan dalam membuat Inggris lebih tangguh," tambahnya.