Pertamina Punya Temuan Migas Raksasa, Potensinya Lebih 1 Miliar Barel
Denpasar, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) memiliki temuan potensi minyak dan gas bumi (migas) baru di Sumur Padang Pancuran, Wilayah Kerja (WK) Jambi Merang, Sumatra Selatan. Tidak main-main, temuan tersebut ditaksir memiliki potensi cadangan mencapai lebih dari 1 miliar barel.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyampaikan bahwa saat ini Sumur Padang Pancuran tengah dalam proses pengembangan sebelum bisa diproduksikan. Ia menyebutkan temuan tersebut menjadi salah satu potensi cadangan minyak terbesar yang dimiliki perusahaan saat ini.
"Terus kemudian kalau kita lihat lagi di bawah di Sumatra salah satu discovery yang terbesar kita adalah di Padang Pancuran, itu di Jambi Merang. Itu kita sedang di sana juga, kita usahakan percepat, potensinya juga sangat besar, bisa lebih dari 1 miliar barel hanya dari Padang Pancuran," jelasnya di sela acara 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE), di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, dikutip Rabu (28/10/2026).
Selain di Sumur Padang Pancuran, Pertamina juga tengah membangun ekosistem pengembangan minyak dan gas non-konvensional (MNK) di Blok Rokan, Riau. Wilayah kerja tersebut menyimpan potensi cadangan hidrokarbon sebesar lebih dari 11 miliar barel.
"Untuk di Sumatra kita sedang membangun ekosistem untuk unconventional oil and gas di Rokan. Itu potensinya besar sekali, lebih dari 11 miliar barel," paparnya.
Untuk menekan biaya produksi per sumur di Blok Rokan, Pertamina membutuhkan keterlibatan sekitar 50 penyedia jasa (vendor). Strategi tersebut sejatinya telah dikembangkan Texas pada kawasan Permian Basin.
"Tapi tentu butuh ekosistem seperti di Permian Basin di Texas di mana kita punya vendor yang banyak, ada 50 vendor sehingga cost per well-nya itu, biaya produksi per sumurnya itu bisa bisa berkurang," imbuhnya.
Guna menopang seluruh kegiatan eksplorasi temuan cadangan minyak dan gas tersebut, Pertamina mengalokasikan modal kerja (capex) sebesar 75% ke sektor hulu. Pengalokasian modal kerja ini difokuskan untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam mencapai target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari pada 2030.
"Pertama-tama kita Pertamina mengalokasikan capex terbesar kita di hulu. Karena apa? Karena memang salah satu mandat yang diberikan oleh pemerintah adalah kita meningkatkan produksi hulu. Mungkin rekan-rekan sering mendengar juga target 1 juta barel di 2030. Jadi kita mengalokasikan sekitar 75% dari Capex kita ke hulu," jelas Oki.
Di luar wilayah Sumatra, potensi eksplorasi Pertamina juga tersebar di Jawa dan Indonesia Timur. Wilayah Indonesia Timur yang berada di bawah Region 4 hulu domestik Pertamina menjadi area eksplorasi utama yang didominasi oleh potensi gas alam.
"Nah yang terbesar memang di Indonesia Timur. Di Indonesia Timur banyak sekali, jadi kalau misalnya kita bagi Pertamina itu di dalam negeri ada 4 region, di luar negeri ada 1 region internasional, region 4 itu memang full of exploration. Jadi kita ada banyak sekali ya. Kita punya dua-duanya, kita punya minyak dan gas, tapi memang lebih besar gas. Lebih besar gas," tandasnya.
Ditaksir Cadangan 1,4 Miliar Barel
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengidentifikasi adanya potensi cadangan minyak raksasa atau giant discovery di Blok Jambi Merang, Sumatra Selatan. Temuan tersebut diproyeksikan memiliki cadangan hingga 1,4 miliar barel.
Oki sempat memaparkan bahwa perusahaan tengah mengurus berbagai perizinan agar kegiatan pengeboran di lapangan tersebut bisa segera dilaksanakan.
"Giant discovery di Jambi Merang itu bisa potentially up to 1,4 miliar barel. Sangat besar, Bapak dan Ibu," ujar Oki dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Jumat (28/8/2026).
Penemuan cadangan dalam skala besar tersebut diharapkan memberikan tambahan produksi bagi hulu migas Tanah Air ke depannya. Fokus utama pengembangan blok tersebut yakni pada area Padang Pancuran (PPC) yang masuk dalam cakupan wilayah kerja Jambi Merang.
"Saat ini juga kami sedang mengurus perizinan-perizinan. Mudah-mudahan kita bisa mengebor beberapa sumur tahun ini," jelasnya.
Selain di Jambi Merang, perusahaan juga terus memacu produksi di klaster lain seperti Blok Rokan melalui penerapan berbagai teknologi pemulihan minyak. Hal itu menjadi salah satu komitmen perusahaan yang telah menyumbang hingga 65% produksi minyak mentah nasional sejak tahun 2021.
"Dan mudah-mudahan nanti akan menjadi tambahan produksi yang cukup signifikan di Padang Pancuran (PPC) di Jambi Merang," tambahnya.