MARKET DATA
Internasional

Bom! Houthi Rudal Kilang Minyak Terbesar Saudi Ras Tanura

sef,  CNBC Indonesia
28 October 2026 14:00
Kobaran api terlihat dari kilang Aramco di sebelah selatan Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2026). (REUTERS/Stringer)
Foto: (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok Houthi di Yaman menyerang kilang minyak Ras Tanura milik Arab Saudi, Selasa malam waktu setempat. Kilang terbesar di kerajaan tersebut diserang dengan menggunakan rudal balistik.

Mengutip Reuters, Rabu (28/10/2026), Houthi juga menyatakan telah menyerang pesawat militer Arab Saudi dan memukul mundur pasukan yang didukung Arab Saudi di dekat Selat Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran penting di Laut Merah. Arab Saudi sendiri terjebak perang dengan Houthi setelah mengumumkan dukungannya ke pemerintahan resmi Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa serangan terhadap kilang Ras Tanura telah menyebabkan kebakaran di kompleks tersebut, yang juga mencakup terminal pengapalan dan terletak di kawasan Teluk, di sebelah barat Selat Hormuz. Sayangnya, otoritas Arab Saudi tidak segera memberikan konfirmasi terkait serangan tersebut.

Ras Tanura memiliki kapasitas 550.000 barel per hari. Kilang tersebut sempat ditutup untuk sementara waktu pada bulan-bulan awal perang Iran sebagai langkah pencegahan.

Hampir seluruh ekspor minyak Arab Saudi mengalir melalui dua pelabuhan utama yakni Ras Tanura di Teluk dan Yanbu di Laut Merah. Keduanya pernah diserang oleh kelompok Houthi di masa lalu.

Sebelumnya, Selasa sore, otoritas pertahanan sipil sempat mengeluarkan peringatan serangan udara di ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah Riyadh.

Kekerasan terbaru ini telah meruntuhkan gencatan senjata tahun 2022 yang ditengahi oleh PBB antara pihak koalisi Arab Saudi dan Houthi, yang saat ini menguasai ibu kota Yaman, Sanaa. Pada hari Senin, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan para pejabat Iran di Teheran dalam upaya meredakan ketegangan regional.

Di sisi lain, Parlemen Mesir menyatakan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan ketiga negara tersebut dalam pakta pertahanan bersama. Houthi sendiri menilai langkah Mesir sebagai pengumuman perang.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Lagi, Arab Saudi Dibombardir Rudal Balistik & Drone


Most Popular
Features