Investor AS Masuk Batam Bawa Rp 8,3 T, Siap Buka Loker 1.000 Orang
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asal Amerika Serikat (AS) bersiap merealisasikan investasi senilai US$500 juta atau sekitar Rp8,3 triliun di Batam, Kepulauan Riau. Investasi ini akan menyasar pengembangan industri teknologi, mulai dari hilirisasi pasir silika hingga pengembangan pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Proyek ini merupakan kerja sama antara Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Geseip dengan Tynergy Technology Group dan Essence Global dari Amerika Serikat. Dengan adanya dukungan BP Batam, realisasi investasi tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Batam.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana, mengatakan pembangunan di Batam menjadi tahap awal dari komitmen investasi yang sebelumnya telah disepakati di Amerika Serikat. Kesepakatan itu ditandatangani melalui perjanjian usaha patungan atau joint venture agreement (JVA) pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C., dan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
"Ini adalah tahap awal realisasi investasi dari penanaman modal asing (PMA) Amerika Serikat yang telah lama dikomitmenkan bersama. Kami memulainya di kawasan industri yang sudah tersedia, yaitu Wiraraja I Kabil," ujar Ma'ruf yang juga Presiden Direktur Wiraraja Geseip dalam keterangannya kepada CNBC Indonesia, Selasa (27/10/2026).
Pada tahap awal, proyek tersebut akan menempati lahan seluas 3 hektare di Kawasan Industri Wiraraja I. Investasi ini diperkirakan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja, seiring pengembangan fasilitas industri yang direncanakan.
Fokus kerja sama mencakup hilirisasi pasir silika, pengembangan pabrik pintar berbasis AI, serta peluang pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium-ion. Pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok industri teknologi tinggi yang terintegrasi, dari pengolahan bahan baku hingga produk bernilai tambah.
Pengembangan industri tersebut tidak hanya berpusat di Kabil. Kawasan Wiraraja Geseip di Pulau Galang juga disiapkan sebagai lokasi pengembangan lanjutan untuk memperluas ekosistem industri yang dibangun melalui kemitraan dengan investor asing tersebut.
"Investasi ini mengusung konsep industri terintegrasi dari hulu ke hilir (end-to-end), guna membangun rantai pasok industri teknologi tinggi berskala besar, yang selanjutnya akan dikembangkan melalui ekspansi ke Kawasan Industri Wiraraja Geseip, proyek strategis nasional (PSN) di Pulau Galang," kata Ma'ruf.
(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]