Rig (anjungan) minyak Prospector 5 milik Borr Drilling tenggelam di lepas pantai Gabon, menewaskan satu pekerja dan menyebabkan empat orang hilang.
Rig (anjungan) pengeboran minyak dan gas Prospector 5 milik Borr Drilling tenggelam di lepas pantai Mayumba, Gabon, pada Sabtu malam. Insiden tersebut menewaskan satu pekerja dan menyebabkan empat orang lainnya hilang dari total 115 orang yang berada di atas rig. (Tangkapan Layar Video X/@MaxPatricius)
Dilansir Reuters, Senin (26/10/2026), seorang warga negara India yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia. Empat orang yang masih belum ditemukan terdiri dari tiga warga Gabon dan satu pekerja asing lainnya. Namun, pemerintah Gabon belum mengonfirmasi laporan kematian tersebut dan menyatakan lima orang masih hilang. (Tangkapan Layar Video X/@MaxPatricius)
Borr Drilling menyebutkan, berdasarkan informasi awal, insiden terjadi ketika rig menjalani aktivitas preload, yakni proses persiapan untuk memastikan kestabilan struktur sebelum beroperasi. Peristiwa punch-through menyebabkan rig kehilangan kestabilan hingga akhirnya tenggelam. Rig Prospector 5 sendiri belum memulai kegiatan pengeboran. (Tangkapan Layar Video X/@MaxPatricius)
Rig minyak tersebut terlihat miring dengan sejumlah lampu penerangan yang telah padam sebelum patah dan runtuh ke laut lepas. Menyusul insiden itu, Kementerian Perminyakan dan Gas Gabon mengaktifkan unit krisis serta mengerahkan angkatan laut untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan. (Tangkapan Layar Video X/@MaxPatricius)
Menteri Perminyakan dan Gas Clotaire Kondja juga memerintahkan penyelidikan teknis guna mengungkap penyebab kecelakaan. Insiden terjadi sekitar pukul 21.40 waktu setempat di wilayah izin Dussafu Marin, dekat fasilitas produksi Mabomont. CEO Borr Drilling Bruno Morand menyampaikan keprihatinan terhadap para korban dan orang-orang yang masih hilang. Perusahaan menyatakan prioritas utamanya adalah mendukung operasi pencarian dan penyelamatan serta memastikan kesejahteraan seluruh personel yang terdampak. (Tangkapan Layar Video X/@MaxPatricius)
Sementara itu, Panoro Energy menyatakan produksi telah dihentikan sementara. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada laporan kerusakan atau pelepasan zat berbahaya ke lingkungan. Kementerian terkait juga menyebutkan belum ditemukan indikasi pencemaran dan sumber daya penanggulangan polusi tetap disiagakan untuk melindungi garis pantai serta Taman Nasional Mayumba. (Tangkapan Layar Video X/@MaxPatricius)