Panglima Militer Mundur dari Jabatan, Akui Hubungan Terlarang
Jakarta, CNBC Indonesia - Panglima Militer Selandia Baru, Air Marshal Tony Davies, mengundurkan diri pada Jumat. Ini terjadi setelah dirinya mengakui memiliki hubungan yang tidak pantas saat menjabat sebagai komandan unit militer.
Dalam pernyataannya, Angkatan Pertahanan Selandia Baru menyebut Davies telah menyampaikan pengunduran dirinya kepada Menteri Pertahanan Paul Goldsmith. Davies mengatakan keputusannya mundur diambil atas alasan pribadi dan merupakan bentuk tanggung jawab atas kesalahan penilaian yang dilakukannya pada masa lalu.
"Kesalahan penilaian tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Angkatan Pertahanan," ujar Davies dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan hubungan yang tidak pantas ketika dirinya berada dalam posisi komando unit. Davies juga mengakui menyesal tidak mengungkapkan hubungan tersebut ketika memiliki kesempatan.
Menteri Pertahanan Paul Goldsmith mengatakan posisi Davies sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Menurut Goldsmith, keputusan tersebut berkaitan dengan persoalan integritas yang sebelumnya tidak diungkapkan Davies.
Ia menyatakan akan merekomendasikan kepada Gubernur Jenderal Selandia Baru agar menerima pengunduran diri tersebut. Untuk sementara, Wakil Kepala Angkatan Pertahanan Selandia Baru, Vice Marshal Mat Williams, akan menjalankan tugas sebagai kepala angkatan pertahanan.
Davies bergabung dengan militer Selandia Baru pada 1984. Ia kemudian ditunjuk sebagai kepala Angkatan Pertahanan pada 2024. Pengunduran diri tersebut menjadi perhatian karena menyangkut pejabat militer tertinggi di Selandia Baru dan persoalan integritas saat menjalankan jabatan komando.