CLOSE AD
MARKET DATA

RI Pastikan Tak Impor, Stok Beras Aman Sampai 10 Bulan ke Depan

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
26 October 2026 15:45
Kondisi Pasar Beras Induk Cipinang terkini, Selasa (12/8/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)
Foto: Kondisi Pasar Beras Induk Cipinang terkini, Selasa (12/8/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman mengklaim stok beras nasional aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan. Hal ini didukung oleh total pasokan beras yang disebut mencapai 25 juta ton.

Amran mengatakan, Indonesia tidak melakukan impor beras selama dua tahun terakhir, yakni pada 2025 dan 2026. Ia pun memastikan ketersediaan beras nasional masih mencukupi untuk menghadapi kebutuhan ke depan.

"Tahun lalu kita tidak impor, tahun ini juga tidak impor. Insya Allah stok kita aman. Aman untuk sampai bulan Juli-Agustus (2027) untuk beras," kata Amran dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia merinci, total pasokan beras nasional mencapai 25 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari 10 juta ton standing crop atau tanaman padi yang masih berada di lahan, 10 juta ton di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) serta rumah tangga, dan 4,5 juta ton stok beras di Perum Bulog.

Dengan kebutuhan beras nasional yang diperkirakan mencapai 2,5 juta ton per bulan, Amran menyebut pasokan tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 10 bulan.

Suasana Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Suasana Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Suasana Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Total 25 juta ton, kebutuhan (konsumsi beras) per bulan 2,5 juta ton. 25 juta ton dibagi 2,5 juta ton, berarti itu 10 bulan ke depan. Sampai bulan Juli-Agustus aman," ujarnya.

Amran juga menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi dampak El Nino terhadap ketersediaan beras. Menurutnya, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga produksi dan pasokan pangan.

"Jadi El Nino tidak perlu mengkhawatirkan, karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya. Dengan pompanisasi, oplah (optimalisasi lahan), irigasi kita perbaiki, kemudian benih yang tahan kekeringan," jelas dia.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Amran Respons Menperin, Masalah Beras Pecah Diputuskan Dalam Rakortas


Most Popular
Features