CLOSE AD
MARKET DATA

63 Pakar Ekonomi Ungkap Kondisi RI Jelang Akhir 2026, Simak!

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
26 October 2026 08:55
Nah Lho! 2 Negara Ini Diramal Kena Krisis Ekonomi di 2024
Foto: Infografis/ Nah Lho! 2 Negara Ini Diramal Kena Krisis Ekonomi di 2024/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melaporkan sebanyak 33 dari 63 ahli atau 52% menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu.

Hal ini sebagaimana termaktub dalam Survei LPEM Ahli Ekonomi Semester II-2026. Survei ini adalah semester kedua dari survei ahli ekonomi di 2026. Survei ini dilakukan dari 21 September hingga 13 Oktober 2026 melalui platform survei online.

"Dari jumlah tersebut, 29 ahli atau 46% menjawab kondisi ekonomi Indonesia lebih buruk dan 4 ahli atau 6% menjawab jauh lebih buruk," sebagaimana termaktub dalam Survei LPEM Ahli Ekonomi Semester II-2026, dikutip Senin (26/10/2026)

Sisanya, 25 ahli atau 40 % menilai tidak berubah dan lima ahli atau 8% menilai membaik. Tidak ada ahli yang menjawab jauh lebih baik. Sekadar catatan, Badan Pusat Statistik belum mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026. Namun, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi 5,29% pada kuartal II-2026.

Dalam hal ini, para ahli memandang sejumlah indikator kondisi ekonomi Indonesia berada dalam kondisi buruk. Misalnya, inflasi; penciptaan lapangan kerja; dan lingkungan bisnis.

Pertama, dari sisi inflasi. Sebanyak 49 dari 63 ahli atau 78% menilai tekanan inflasi terhadap perekonomian Indonesia saat ini tinggi. Dari jumlah tersebut, 44 ahli atau 70% menjawab inflasi tinggi dan 5 ahli atau 8% menjawab sangat tinggi. Sisanya, 13 ahli atau 21% menilai netral dan 1 ahli atau 2% menilai rendah. Tidak ada ahli yang menjawab sangat rendah. Sekadar catatan, BPS melaporkan inflasi pada level 3,28% secara tahunan pada September 2026. Angka ini mendekati batas atas target Bank Indonesia dalam level 1,5%-3,5%.

Kedua, dari sisi penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 46 dari 63 ahli atau 73% menilai penciptaan lapangan kerja saat ini lebih rendah dibandingkan enam bulan lalu. Dari jumlah tersebut, 30 ahli atau 48% menjawab lebih rendah dan 16 ahli atau 25% menjawab jauh lebih rendah. Sisanya, 15 ahli atau 24% menilai tidak berubah dan 2 ahli atau 3% menilai lebih tinggi.

Ketiga, dari sisi lingkungan bisnis. Sebanyak 35 dari 63 ahli atau 56% menilai lingkungan bisnis saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu. Dari jumlah tersebut, 26 ahli atau 41% menjawab lebih buruk dan 9 ahli atau 14% menjawab jauh lebih buruk. Sisanya, 24 ahli atau 38% menilai tidak berubah dan empat ahli atau 6% menilai membaik.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Khawatir Susah Cari Kerja-Penghasilan Turun, IKK Juli 2026 Merosot


Most Popular
Features