CLOSE AD
MARKET DATA

Uang Beredar di Indonesia Capai Rp10.587 Triliun

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
23 October 2026 10:51
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia-Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 tumbuh sebesar 8,3% (yoy) mencapai Rp10.587,9 triliun. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 5,2%.

"Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 tumbuh lebih tinggi," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers, Jumat (23/10/2026)

Ramdan menjelaskan perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 7,3% (yoy). Perkembangan M2 pada September dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus), aktiva luar negeri bersih, dan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 24,4% (yoy), setelah mengalami kontraksi sebesar 7,0% (yoy) pada Agustus 2026. Aktiva luar negeri bersih pada September 2026 tumbuh sebesar 1,0% (yoy), setelah mengalami kontraksi pada Agustus 2026 sebesar 6,6% (yoy).

Demikian pula, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,7% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3% (yoy).

(mij/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Catat Uang Beredar Rp10.448 T di Agustus, Kredit Tumbuh Kencang


Most Popular
Features