CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Arab Saudi Mencekam, Perusahaan Minyak Aramco Evakuasi Karyawan

tfa,  CNBC Indonesia
23 October 2026 06:30
Aramco. (REUTERS/Benoit Tessier/File Photo)
Foto: Aramco. (REUTERS/Benoit Tessier/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman serangan susulan di Arab Saudi kian mencekam hingga Saudi Aramco mengambil langkah darurat dengan meminta staf meninggalkan kantor pusatnya di Dhahran. Perusahaan minyak terbesar dunia itu menginstruksikan karyawan bekerja dari jarak jauh, untuk pertama kalinya sejak perang yang melibatkan Iran pecah.

Melansir Reuters, Jumat (23/10/2026), enam sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa instruksi evakuasi dikeluarkan sehari setelah serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya. Aramco belum memberikan tanggapan, sementara alasan pasti evakuasi belum diketahui.

Ancaman terhadap Aramco meningkat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dilaporkan menyerang kantor pusat perusahaan itu pada awal bulan ini. Tiga sumber yang mengetahui langsung kejadian tersebut mengatakan serangan itu menyebabkan kerusakan parah dan kebakaran yang merambat ke sejumlah lantai gedung.

Kantor pusat tersebut menampung pusat operasional yang digunakan Aramco untuk memantau anjungan minyak darat dan lepas pantai, kilang, terminal ekspor, hingga jaringan pipa sepanjang ribuan kilometer. Gangguan di fasilitas itu berpotensi menjadi perhatian besar karena Aramco merupakan perusahaan utama dalam industri minyak Arab Saudi.

Serangan juga menyasar fasilitas energi lainnya. Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan dua orang tewas pada Rabu setelah pertahanan udara mencegat sebuah drone yang berupaya menyerang fasilitas di ladang minyak Shaybah, ratusan kilometer di sebelah tenggara Dhahran.

Arab Saudi merespons serangan Houthi dengan melancarkan serangkaian serangan terhadap lokasi peluncuran rudal. Kerajaan itu juga menyatakan telah mencegat banyak rudal balistik yang ditembakkan kelompok tersebut dan berupaya memperoleh dukungan lebih luas dari sekutunya untuk menghadapi serangan rudal maupun drone.

Namun, Amerika Serikat (AS), sekutu utama dan penjamin keamanan jangka panjang Arab Saudi, sejauh ini menolak permintaan Riyadh untuk terlibat langsung dalam perang melawan Houthi. Di sisi lain, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan sejumlah diplomat dan anggota keluarga mereka meninggalkan perwakilan AS di Arab Saudi, serta berencana menarik anggota keluarga dari sejumlah perwakilan lain di kawasan tersebut.

Langkah Washington itu menyusul penataan kembali personel diplomatik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir, setelah serangan Iran terhadap fasilitas-fasilitas AS. Ketegangan tersebut berlangsung sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari, meningkatkan risiko keamanan bagi fasilitas energi dan kepentingan strategis di kawasan Teluk.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Markas Aramco Dirudal, Houthi Yaman Ancam Ratakan Bandara Saudi!


Most Popular
Features