CLOSE AD
MARKET DATA

Magang Nasional Akan Diperluas untuk SMA/SMK? Ini Jawaban Menaker

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
21 October 2026 16:05
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan ke Transmedia untuk mengecek perkembangan program magang nasional, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan ke Transmedia untuk mengecek perkembangan program magang nasional, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli buka suara terkait wacana program magang nasional menyasar lulusan SMK/SMA, di mana saat persyaratan menjadi peserta magang nasional harus merupakan lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate.

Yassierli mengatakan wacana program magan nasional untuk SMK/SMA masih dalam kajian di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan jajaran terkait.

"Wacana program magang nasional buat SMK/SMA masih dikaji ya," kata Yassierli saat ditemui wartawan di Kemenko Perekonomian, Rabu (21/10/2026).

Adapun wacana tersebut masih dikaji karena masih tumpeng tindih dengan program vokasi nasional yang menyasar lulusan SMK/SMA dengan target peserta mencapai 300.000.

"Untuk sementara program magang nasional persyaratannya masih untuk fresh graduate (lulusan sarjana) sebanyak 150.000 orang, sedangkan untuk lulusan SMA dan SMK konsepnya pelatihan vokasi," terang Yassierli.

Saat ini, program magang nasional masih menyasar pada lulusan diploma maupun sarjana dengan durasi waktu magang mencapai enam bulan dan diberikan uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum regional (UMR).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan ke Transmedia untuk mengecek perkembangan program magang nasional, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan ke Transmedia untuk mengecek perkembangan program magang nasional, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan ke Transmedia untuk mengecek perkembangan program magang nasional, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Sedangkan untuk program vokasi nasional menyasar lulusan SMK/SMA dengan durasi waktunya bisa mencapai empat bulan, tergantung dari jenis kejuruan. Berbeda dengan magang nasional, vokasi nasional mendapatkan uang saku sekitar Rp 20.000 per hari.

Pemerintah merancang program vokasi nasional secara khusus untuk membekali lulusan SMA/SMK dengan keterampilan teknis siap pakai, sedangkan magang nasional ditujukan sebagai jembatan fresh graduate perguruan tinggi yang kesulitan menembus syarat pengalaman kerja.

Apalagi, jumlah pengangguran yang cenderung lebih banyak dialami oleh lulusan sarjana, sehingga perlu dilakukan bantuan agar para lulusan sarjana bisa mendapatkan bekal untuk mencari kerja.

(chd/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Menaker Beri Tips agar Peserta Magang Nasional Bisa Diterima Kerja


Most Popular
Features