Hore! Pemerintah Diskon Tiket Kereta, Pesawat & Kapal di Libur Nataru
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan pemerintah bakal meluncurkan insentif untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 yang berada pada kuartal IV-2026. Airlangga mengatakan insentif tersebut bakal sama dengan periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Insentif tersebut berlaku untuk beberapa moda transportasi, mulai dari pesawat, kereta api, hingga kapal laut. Berkaca pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini, insentif yang dimaksud berupa diskon tarif kereta api dari PT Kereta Api Indonesia sebesar 30%; diskon tarif angkutan laut dari PT Pelni sebesar 30%; diskon tarif angkutan penyeberangan dari PT ASDP sebesar 100%; dan diskon tarif angkutan udara sebesar 17-18% untuk kelas ekonomi dalam negeri.
"Insentif Nataru sudah diputuskan sama seperti insentif yang lebaran kemarin. Pesawat kemudian kereta, kemudian kapal laut," ujar Airlangga kepada awak media di kantornya, Rabu (21/10/2026).
Airlangga tidak menjelaskan total anggaran untuk diskon transportasi tersebut. Sebab, beberapa insentif tersebut ditanggung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sehingga anggarannya bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam kaitan itu, Airlangga mengatakan pemerintah juga menggelontorkan insentif lain untuk kuartal IV-2026. Misalnya, pembukaan rekening kepada warga negara yang di atas 17 tahun dan diarahkan pada desil satu sampai dengan desil empat.
Selanjutnya, bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk tiga bulan. Nantinya, bantuan ini akan diserahkan satu kali untuk Oktober hingga Desember. Ini diberikan kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berada di desil satu sampai empat, Kebutuhan anggarannya sekitar Rp17,5 triliun.
Pemerintah juga akan memberikan bantuan subsidi upah yang diberikan satu kali untuk tiga bulan. Per bulannya, masyarakat akan mendapatkan Rp300.000. Bantuan ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja dan kebutuhan anggarannya diperkirakan sebesar hampir Rp12 triliun. Secara keseluruhan, pemerintah menggelontorkan insentif sebesar Rp31 triliun pada kuartal IV-2026 yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Stimulus di kuartal keempat itu sekitar Rp31 triliun termasuk pembukaan rekening. Kemudian bantuan beras yang kilogram serta bantuan subsidi upah," ujarnya.
(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]