MARKET DATA
Internasional

Rudal Houthi Ancam Saudi, Inggris Kirim Jet Tempur

tfa,  CNBC Indonesia
21 October 2026 06:05
Rekaman CCTV menunjukkan reaksi orang-orang terhadap serangan di Bandara Internasional Abha, di Abha, Provinsi Asir, Arab Saudi, dalam cuplikan layar dari video yang dirilis pada Kamis (15/10/2026). (AFPTV / AFP)
Rekaman CCTV menunjukkan reaksi orang-orang terhadap serangan di Bandara Internasional Abha di Abha, Provinsi Asir, Arab Saudi, dalam cuplikan layar dari video yang dirilis pada Kamis (15/10/2026). (AFPTV/AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris akan mengerahkan jet tempur Typhoon untuk membantu melindungi wilayah udara Arab Saudi dari serangan kelompok Houthi dari Yaman. Langkah ini diambil setelah serangkaian serangan terhadap bandara di Riyadh dan fasilitas minyak Saudi Aramco.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya meningkatkan eskalasi konflik di kawasan.

"Serangan terus-menerus dari kelompok Houthi terhadap sekutu kita, Arab Saudi, sungguh tercela," ujar Streeting dalam pernyataan pada Selasa (20/10/2026), seperti dikutip CNBC International.

Menurut Streeting, penargetan bandara di Riyadh menunjukkan bahwa Houthi berupaya memperluas ketegangan regional. Jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris akan menjalankan misi pertahanan udara untuk membantu menangkal serangan rudal dan pesawat nirawak atau drone.

Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan bahwa pengerahan tersebut bersifat defensif. Jet tempur Inggris tidak akan digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi. Misi baru ini juga melengkapi dukungan militer Inggris yang telah lebih dahulu ditempatkan di Arab Saudi.

Selain jet tempur, Inggris akan mengerahkan pesawat angkut Airbus A400M Atlas untuk membantu memindahkan peralatan pertahanan di wilayah Saudi. Penasihat militer Inggris juga akan memberikan dukungan kepada para perwira staf Arab Saudi sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara.

London memperingatkan bahwa eskalasi konflik di kawasan Teluk dapat berdampak langsung terhadap perekonomian Inggris, mulai dari kenaikan biaya hidup hingga gangguan pasokan energi dan tekanan terhadap dunia usaha. Pemerintah Inggris juga menyoroti dampak kemanusiaan konflik tersebut terhadap warga sipil di Yaman.

"Kami mengecam keras serangan Houthi terhadap sasaran sipil, termasuk Bandara Internasional King Khalid. Arab Saudi dan Republik Yaman memiliki hak untuk membela diri," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

Di Yaman, pertempuran antara kelompok Houthi dan pemerintah yang diakui secara internasional kembali meningkat di tengah meluasnya ketegangan terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Al Jazeera melaporkan sedikitnya 53 orang tewas setelah Houthi meluncurkan tiga rudal balistik ke sebuah kamp militer di Yaman selatan pada Senin. Namun, laporan korban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Madinah Diserang, Drone Tembak Listrik Masjid Nabawi


Most Popular
Features