MARKET DATA

2.179 Bencana Hantam RI: 21 Orang Hilang dan 5,8 Juta Warga Mengungsi

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
20 October 2026 18:15
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan saat memberi keterangan update Kejadian Bencana dan Karhutla di Indonesia per 20 Oktober 2026. (Tangkapan Layar Youtube BNPB)
Foto: (Tangkapan Layar Youtube BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan kebencanaan di Indonesia yang terjadi sepanjang 2026, mulai dari Januari hingga hari ini, Selasa (20/10/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan pada periode Januari hingga hari ini, tercatat ada 2.179 bencana di Indonesia, dengan rincian gempa bumi sebanyak 14 kali, erupsi gunung api 4 kali, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 1.000 kali, dan banjir sebanyak 580 kali.

"Tentu masih ada kejadian lagi seperti cuaca ekstrim 337 kali, kekeringan sebanyak 122 kali, tanah longsor sebanyak 108 kali, dan gelombang pasang tinggi atau abrasi sebanyak 14 kali," kata Berton dalam konferensi pers update perkembangan bencana di Indonesia, Selasa (20/10/2026).

Berton melanjutkan dampak dari karhutla yang terjadi di Kalimantan, Sumatra, dan Papua menyebabkan korban jiwa sebanyak 422 orang, 21 orang dinyatakan hilang, 3.259 orang mengalami luka-luka, dan sebanyak 5,8 juta orang terpaksa mengungsi.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan dari sekitar 1.024 hektare lahan yang terbakar, hingga Senin kemarin sebanyak 454,25 hektare lahan yang terbakar sudah berhasil dipadamkan.

"Sedangkan yang belum dipadamkan sebesar 570,08 hektare. Tentu kita lihat di sini bahwa yang paling banyak yang belum padam itu ada di Kalimantan Tengah sebanyak 389,89 hektare, diikuti dengan Sumatra Selatan sebanyak 108,5 hektare," terang Berton.

Adapun daerah penyumbang untuk asap karhutla saat ini berasal dari Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Hal ini terlihat dari luas lahan yang terbakar paling banyak berada di Kalimantan Tengah yang mencapai 452,49 hektare dan di Sumatra Selatan seluas 401,67 hektare.

"Ini yang sebenarnya senantiasa kita perkecil antara jumlah yang terbakar dan jumlah yang dipadamkan, karena di Kalimantan Tengah, bahkan di Sumatra Selatan, karena jumlah lahan yang terbakar itu relatif tinggi di Kalimantan Tengah, kemudian jumlah yang dipadamkan di Sumatra Selatan itu relatif lebih tinggi bila dibandingkan dari Kalimantan Tengah" ujarnya.

Sementara wilayah lain seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi relatif bisa diimbangi antara jumlah yang lahan terbakar maupun yang dipadamkan. Upaya penanganan karhutla di provinsi lain juga saat ini terus dilaksanakan.

Berton merinci beberapa wilayah lain terdampak dari karhutla yakni 97,77 hektare lahan terbakar di Kalimantan Timur dan wilayah IKN, 230 hektare lahan di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, 179,13 hektare di Maluku Utara, 31 hektare di Taman Nasional Way Kambas Lampung, 20 hektare di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, 5 hektare di Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi Utara, 4 hektare di TPA Pasir Bajing Garut Jawa Barat, 3 hektare di TPA Sumompo Manado Sulawesi Utara, dan 3 hektare di Kabupaten Nabire Papua Tengah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan memberi keterangan pers, Jakarta 20/10. (Tangkapan Layar/Youtube BNPB Indonesia)Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan memberi keterangan pers, Jakarta 20/10. (Tangkapan Layar/Youtube BNPB Indonesia) Foto: (Tangkapan Layar/Youtube BNPB Indonesia)

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Dapat Laporan 209 Ha Lahan Masih Terbakar, Seskab Ungkap Ini


Most Popular
Features