MARKET DATA
Internasional

Wapres AS JD Vance Ogah Dukung Netanyahu, Pecah Kongsi dengan Trump?

luc,  CNBC Indonesia
20 October 2026 19:50
Senator AS JD Vance mendengarkan pidato mantan Presiden Donald Trump di Pool Press di luar ruang Pengadilan Kriminal Manhattan selama persidangan di NYC 13 Mei 2024. (Mark Peterson/Pool via REUTERS/File Foto)
Foto: Wakil Presiden AS JD Vance saat masih menjadi Senator. (via REUTERS/Mark Peterson/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memilih tidak menyatakan dukungan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk kembali menjabat. Sikap ini berbeda dengan Presiden Donald Trump yang baru-baru ini secara terbuka mendukung Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel.

Dalam wawancara dengan wartawan di pesawat kepresidenan Air Force Two pada Senin, (19/10/2026), Vance menegaskan dirinya hanya akan mendukung kandidat politik di Amerika Serikat.

"Saya mendukung kandidat-kandidat Amerika, dan itulah yang menjadi fokus saya, yaitu pemilihan paruh waktu," kata Vance, dilansir CNN. "Saya tidak akan ikut campur dalam pemilihan umum Israel."

Meski demikian, Vance sempat melakukan langkah berbeda pada awal tahun ini. Ia berkunjung ke Budapest, Hungaria, untuk mendukung Viktor Orbán, perdana menteri saat itu yang mendapat dukungan Trump dalam pemilu.

Namun, Orbán yang telah lama berkuasa justru kalah dalam pemilihan tersebut.

Vance juga menegaskan sikapnya bukan berarti menentang Netanyahu, tetapi ia tidak ingin memberikan dukungan secara terbuka kepada pemimpin Israel tersebut.

"Saya tidak menentang pemberian dukungan kepadanya. Saya juga tidak mendukung pemberian dukungan kepadanya. Saya tidak akan ikut campur dalam pemilihan umum Israel," ujarnya.

Trump sendiri sebelumnya sempat menahan diri untuk tidak menyatakan dukungan kepada Netanyahu. Dalam wawancara dengan majalah Time awal bulan ini, Trump mengatakan, "Saya tidak lagi terlibat dalam politik Israel."

Namun, sikap itu berubah pada Sabtu. Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Netanyahu melalui unggahan di media sosial. Ia menyebut pemimpin Israel tersebut sebagai "Perdana Menteri Pejuang yang Hebat".

Keputusan Vance untuk tidak mengikuti langkah Trump muncul hanya beberapa hari sebelum pemilihan umum Israel digelar. Sikap tersebut juga menjadi sorotan karena pada saat bersamaan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melakukan kunjungan mendadak ke Israel yang sebelumnya tidak diumumkan ke publik.

Menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut dan seorang pejabat AS, kunjungan Hegseth berlangsung ketika persiapan pemilu Israel memasuki tahap akhir.

Seorang sumber Israel yang mengetahui detail pertemuan serta sumber lain yang memahami agenda tersebut mengatakan Hegseth bertemu dengan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Senin malam.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Mulai Menjauh, Nasib Netanyahu Benar-Benar di Ujung Tanduk


Most Popular
Features