AC-Kipas Laku Keras, Pedagang di Glodok Happy Diserbu Pembeli
Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi cuaca panas ekstrem yang terjadi di Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir membuat pedagang kipas dan AC mulai ketiban berkah, di mana penjualan elektronik tersebut pun naik.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di kawasan Glodok Jakarta Barat, tepatnya di Harco Glodok dan Plaza Glodok, pedagang kipas dan AC mengaku sumringah.
Bahkan, untuk AC, beberapa pedagang terpaksa tidak menampilkan AC-nya di etalase, karena pasokan juga terbatas akibat permintaan tinggi.
Salah satunya yakni Surya, pedagang kipas di Plaza Glodok mengungkapkan sejak panas ekstrem melanda Jabodetabek, banyak pelanggan yang mencari kipas.
"Wah, banyak yang cari kipas, bahkan kipas air cooler saja juga banyak yang nyari, enggak cuma buat acara-acara saja," kata Surya saat ditemui CNBC Indonesia, Selasa (20/10/2026).
Tak hanya kipas, banyak pelanggan juga mulai melirik turbin ventilator untuk menurunkan suhu ruang, terutama yang memiliki fasilitas gudang.
"Turbin ventilator juga banyak yang cari, walaupun enggak bikin ruangan adem banget, tapi ya bisa lah buat kurangin panas, terutama di gudang-gudang," terang Surya.
Begitu juga exhaust fan, di mana juga ramai diburu agar panas menyengat tidak terjadi di kamar mandi.
"Exhaust juga lagi banyak yang cari, mungkin di kamar mandinya belum dipasang, terus panas banget, jadi akhirnya di pasang," ujar Surya.
Di tokonya, harga kipas angin pun bervariasi, mulai dari Rp 200.000-an hingga Rp 2 jutaan. Seperti kipas angin merek CKE Drum Blower seharga Rp 377.150. Ada juga kipas air cooler yang mencapai Rp 2,2 juta.
Pedagang kipas lainnya yakni Wawan yang berada di Harco Glodok mengaku banyak pembeli yang mencari kipas karena harga dinilai lebih terjangkau dan lebih hemat listrik.
"Sejak Jakarta panasnya begini, kipas banyak yang cari, karena enggak terlalu boros listrik dan juga cari yang mesinnya heavy, jadi dipakai 24 jam juga masih kuat," kata Wawan.
Pedagang kipas dan AC di kawasan Glodok Jakarta Barat, Selasa, 20/10. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) |
Meski harganya sedang naik, tetapi permintaan masih cukup tinggi karena kebutuhan masyarakat di tengah panasnya cuaca Jakarta dan sekitarnya.
"Yang sampai Rp 1 juta - Rp 2 juta pun masih ada yang cari, karena mungkin sudah saking panasnya ya," ujar Wawan.
Wawan menjual kipas mulai dari kipas meja yang dibanderol Rp 351.500 hingga kipas air cooler seharga Rp 2 jutaan. Bahkan, ada kipas angin berdiri untuk industri yang mencapai Rp 5,3 juta.
Tak hanya kipas angin saja yang mengalami lonjakan pembelian, AC juga diketahui masih banyak yang mencari, meski harganya sudah cukup mahal.
Salah satunya yakni Delvin, pedagang elektronik termasuk AC juga mengaku penjualan naik meski harga AC di tokonya mencapai sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta.
"Makin banyak yang cari, karena kalau di Jakarta, apalagi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat seperti Glodok, kipas saja enggak cukup, harus AC," kata Delvin.
Bahkan, banyak pembeli yang mulai mempertimbangkan penggantian AC menjadi lebih baru agar bisa lebih sejuk dan dingin.
"Yang ganti AC lama menjadi baru juga banyak, saking banyaknya, kami enggak display AC-nya, jadi pembeli bisa nanya AC-nya seperti apa, agar pendinginannya bisa maksimal," ujar Delvin.
Di tokonya, harga AC juga bervariasi. AC merek Gree dengan kapasitas 1 PK dibanderol Rp 4,1 juta. Sedangkan untuk merek Midea, lebih murah yakni Rp 3,1 juta.
Sementara untuk harga AC 0,5 PK, untuk merek Gree dibanderol Rp 3,4 juta, sedangkan merek Sharp mencapai Rp 2,8 juta.
Pedagang kipas dan AC di kawasan Glodok Jakarta Barat, Selasa, 20/10. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) |

