Harga Batu Bara Melejit Tertinggi 3 Tahun, Bahlil Siap Kerek Produksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan kebijakan relaksasi terbatas untuk produksi batu bara nasional seiring dengan naiknya harga batu bara di pasar global. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memacu devisa negara.
Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Senin (19/10/2026) ditutup di posisi US$ 156,05 per ton. Harganya menguat 0,93%. Kenaikan ini memperpanjang reli batu bara dengan terbang 2,8% dalam tiga hari beruntun. Harga penutupan kemarin juga menjadi yang tertinggi sejak 2 Oktober 2026 atau tiga tahun.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan harga batu bara acuan kalori tertinggi saat ini telah mencapai US$ 154 per ton. Dia menegaskan pemerintah siap menaikkan tingkat produksi untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas tersebut.
"Kemudian dari sisi mineral batubara kita tahu bahwa alhamdulillah sekarang harga batubara kita mulai naik. Dan sekarang hari ini mencapai US$ 154 per ton," ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa (20/10/2026).
Dia menilai lonjakan harga yang mencapai level US$ 154 per ton tersebut menjadi momentum untuk menambah volume pasokan batu bara dari produsen dalam negeri. Langkah tambahan produksi tersebut diselaraskan dengan kebutuhan pasar internasional yang sedang mengalami kenaikan permintaan.
"Dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan," kata Bahlil.
Meskipun kuota produksi bakal ditingkatkan, pemerintah memastikan tidak akan membuka keran produksi secara bebas tanpa kendali. Kebijakan relaksasi produksi tetap dijalankan secara terbatas agar kondisi pasar tidak mengalami kelebihan pasokan (oversupply) yang berisiko menekan kembali harga komoditas tersebut.
"Dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand," jelasnya.
Pemerintah menargetkan peningkatan penerimaan negara dari sektor pertambangan. Tambahan pasokan batu bara ke pasar ekspor diharapkan dapat memperkuat aliran devisa masuk dalam waktu dekat. "Tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk," tandasnya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]