Terungkap! Industri Logam Dasar dan Pusat Data RI Jadi Primadona Asing
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai Rp528,7 triliun, atau tumbuh 7,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut data BKPM, terdapat lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar pada kuartal III-2026. Dari data lima besar tersebut, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi subsektor dengan realisasi penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing terbesar pada kuartal III-2026. Angkanya mencapai Rp118,8 triliun atau setara 22,5%.
Jasa lainnya seperti pusat data dan lain-lain menempati posisi kedua dengan realisasi investasi sebesar Rp81,8 triliun atau setara 15,5%. Lalu, disusul dengan transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp51,7 triliun atau setara 9,8%; pertambangan sebesar Rp38,7 triliun atau setara 7,3%; dan industri makanan sebesar Rp34,7 triliun atau setara 6,6%.
Namun, bila ditelusuri berdasarkan sumber investasi, terdapat perbedaan lima subsektor dengan realisasi terbesar yang berasal dari penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing pada kuartal III-2026.
Misalnya, transportasi, gudang, dan telekomunikasi menjadi subsektor dengan penanaman modal dalam negeri yang terbesar pada kuartal III-2026. Angkanya mencapai Rp43,3 triliun atau setara 16,8%. Jasa lainnya menempati posisi kedua dengan nilai Rp37,6 triliun atau setara 14,6%. Selanjutnya, pertambangan sebesar Rp32,8 triliun atau setara 12,7%; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp25,1 triliun atau 9,7%; dan industri makanan sebesar Rp22,4 triliun atau setara 8,7%.
Sementara, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi subsektor dengan penanaman modal asing yang terbesar pada kuartal III-2026. Angkanya mencapai Rp111,6 triliun atau setara 41,3%.
Pada posisi kedua adalah jasa lainnya sebesar Rp44,1 triliun atau setara 16,3%; industri kimia dan farmasi sebesar Rp17,4 triliun atau setara 6,4%; industri makanan sebesar Rp12,3 triliun atau setara Rp4,5%; dan industri perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp9,5 triliun atau setara 3,5%.
Sekadar catatan, realisasi investasi mencapai Rp528,7 triliun pada kuartal III-2026. Angka ini terdiri dari penanaman modal asing sebesar Rp270,2 triliun dan Rp258,5 triliun penanaman modal dalam negeri.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]