MARKET DATA

RI Siaga Petaka Iklim, Begini Peringatan Terbaru Kepala BMKG

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
19 October 2026 18:35
Sumur pompa tua di Jalan Lurah Parman, Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/10/2026). Di tengah hamparan persawahan yang mengering di Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, berdiri sebuah sumur pompa tua
Foto: (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan iklim yang semakin masif membuat pasokan air mulai menipis, terutama karena meningkatnya pemanasan global yang berdampak ke berkurangnya tingkat curah hujan dan meningkatnya intensitas anomali iklim seperti El Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk menjaga ketahanan sumber daya air nasional. Perubahan suhu, pola curah hujan, dan kenaikan muka air laut berpotensi mengganggu keseimbangan neraca air serta meningkatkan risiko kekeringan, bencana hidrometeorologi, dan gagal panen.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan berdasarkan data BMKG, suhu permukaan rata-rata Indonesia telah meningkat sebesar 1,04 derajat Celsius selama 45 tahun terakhir. Sementara itu, curah hujan tahunan menunjukkan tren penurunan hingga 2-3% per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa. Kenaikan muka air laut juga tercatat mencapai 4,4 ± 0,4 milimeter per tahun.

"Kondisi-kondisi tersebut sangat tidak sederhana bagi masyarakat kita. Perubahan siklus iklim ini menyebabkan terganggunya keseimbangan neraca air, yang memicu anomali cuaca yang semakin ekstrem," kata Faisal dalam rapat koordinasi Swasembada Air Nasional di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), dikutip Senin (19/10/2026).

Situ Rawa Bedeng, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/10/2026).  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Situ Rawa Bedeng, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: CNBC Indonesia/Tri Susilo

Menurutnya, perubahan tersebut memengaruhi siklus air dan berpotensi meningkatkan berbagai risiko, mulai dari kekeringan berkepanjangan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga gangguan terhadap sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menambahkan, ketersediaan air menjadi isu krusial, terutama saat musim kemarau. Penurunan pasokan air tanah dan air permukaan akibat kemarau panjang dapat berdampak langsung terhadap berbagai sektor, termasuk pertanian dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat sehari-hari.

"Dampaknya akan langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya sektor pertanian yang merugi, tetapi krisis air bersih ini akan sangat menyulitkan kehidupan sehari-hari, bahkan hingga berdampak langsung pada ibu-ibu di rumah tangga dalam mengurus kebutuhan dapur dan keluarga," terang Faisal.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BMKG merekomendasikan sinkronisasi kebijakan antarlembaga, pemerataan sistem peringatan dini (Early Warning System), serta optimalisasi pelaksanaan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) melalui koordinasi lintas instansi. Langkah-langkah tersebut diperlukan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan air, khususnya di wilayah rawan kekeringan.

"BMKG merekomendasikan perlunya sinkronisasi kebijakan yang kuat, penguatan Early Warning System yang merata, serta optimalisasi TMC lintas instansi sebagai strategi ketahanan air di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan," ujar Faisal.

Selain itu, BMKG menyoroti pentingnya penguatan teknologi dan infrastruktur untuk mendukung pengelolaan sumber daya air. Rekomendasi yang disampaikan mencakup perluasan sistem peringatan dini banjir dan kekeringan, penguatan sistem data hidrologi berbasis teknologi digital, serta peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

BMKG juga merekomendasikan penyelarasan regulasi dan penyusunan pedoman operasional lintas instansi untuk mengantisipasi bencana akibat perubahan iklim. Optimalisasi kebijakan nasional mengenai penyelenggaraan TMC turut menjadi perhatian sebagai bagian dari strategi meningkatkan ketahanan air.

(chd/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Menteri Jumhur Tegaskan Komitmen RI Perkuat Aksi Iklim Global


Most Popular
Features