Warga Taiz, Yaman, menghadapi lonjakan harga pangan dan BBM akibat pengepungan Houthi yang memperparah krisis kemanusiaan dan mengancam ketahanan pangan.
Warga Taiz, Yaman, menghadapi lonjakan harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM) yang membuat kebutuhan pokok semakin sulit dijangkau. Kondisi ini terjadi meski sejumlah barang masih tersedia di pasar, di tengah meningkatnya konflik bersenjata dan memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. (REUTERS/Ebrahim al-Suhaibi)
Dilansir Reuters, Senin (19/10/2026), Kota Taiz dengan cepat menjadi salah satu medan pertempuran terpenting dalam perang saudara Yaman yang kembali berkobar. Konflik tersebut kini menjadi bagian dari perluasan ketegangan regional yang bermula dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu. (REUTERS/Anees Mahyoub)
Pasukan Houthi mengepung kota dengan memutus jalan utama menuju selatan, ke arah Aden. Penutupan jalur tersebut memaksa warga meninggalkan rumah mereka sekaligus memperburuk krisis kemanusiaan yang melanda wilayah itu. (REUTERS/Anees Mahyoub)
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat, sedikitnya 121.000 orang telah mengungsi di Provinsi Taiz akibat pertempuran terbaru. Namun, sebagian besar dari mereka berasal dari daerah pedesaan di luar kota. (REUTERS/Anees Mahyoub)
Warga Taiz mengatakan kepada Reuters bahwa sejumlah wilayah kini mengalami kekurangan kebutuhan pokok. Sementara itu, harga berbagai barang di pasar kota melonjak tajam sejak kelompok Houthi memutus akses jalan menuju Aden, sehingga semakin membebani rumah tangga. (REUTERS/Anees Mahyoub)
Lembaga-lembaga bantuan juga melaporkan kekurangan bahan bakar, makanan, obat-obatan, dan air bersih secara luas. Program Pangan Dunia (WFP) pada pertengahan Oktober menyatakan bahwa persediaan tepung terigu di kota tersebut hampir habis, menambah kekhawatiran terhadap kondisi ketahanan pangan warga. (REUTERS/Anees Mahyoub)