MARKET DATA

Ibu Kota Kacau Balau, Presiden Bersumpah Tangkap Pendemo Rusuh

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
18 October 2026 18:45
Ricuh saat protes berskala nasional di Prancis menentang kenaikan biaya hidup, Sabtu (17/10/2026). (REUTERS/Abdul Saboor)
Foto: Ricuh saat protes berskala nasional di Prancis menentang kenaikan biaya hidup, Sabtu (17/10/2026).REUTERS/Abdul Saboor

Jakarta, CNBC Indonesia - Polisi dan pengunjuk rasa bentrok hebat di Paris dan kota-kota Perancis lainnya pada Sabtu dalam aksi demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup. Demo besar memicu kebakaran dan penjarahan di sejumlah toko serta butik mewah. 

Kerusuhan ini meluas setelah ribuan mahasiswa melakukan demo selama berminggu-minggu, jelang pemilihan umum untuk menggantikan Presiden Emmanuel Macron.

"Tidak ada ruang untuk kekerasan di Republik kami. Mereka yang telah merusak, menyerang tempat usaha, bahkan menjarah toko, akan diadili dan dihukum," tulis Macron pada Sabtu malam dalam sebuah postingan di X.

Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Stephanie Lecocq)Dampak bentrokan selama hari protes nasional menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Prancus, Minggu (18/10/2026). (REUTERS/Stephanie Lecocq) Foto: REUTERS/Stephanie Lecocq

"Kepada aparat penegak hukum, penjamin hak untuk berdemonstrasi, saya menyatakan dukungan negara."

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengecam demo yang dia sebut berbalut "kekerasan dengan intensitas ekstrim."

"Demonstrasi damai dihormati di negara ini, tapi pembakaran, penjarahan, dan penyerangan tidak mempunyai tempat sama sekali. Saat ini, kelompok sayap kiri telah berbuat kekerasan di beberapa kota di Perancis; para penjahat telah menjarah dan berbuat kehancuran," tulisnya di X.

Demo tersebut dihadiri sekitar 550.000 orang, sekitar 400 orang di antaranya ditangkap, kata kementerian dalam negeri.

Di kota Saint-Etienne, tangan seorang pengunjuk rasa terkena ledakan granat milik polisi, ungkap sumber polisi kepada kantor berita AFP.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Makin Chaos! Demo Siswa Prancis Makin Membara-Paris Mau Dikepung


Most Popular
Features