MARKET DATA

Peternak Ayam Terancam Bangkrut 2 Bulan Lagi, Kenapa?

Martya Rizki,  CNBC Indonesia
18 October 2026 18:30
Peternakan yang dikelola oleh BUMDes Kuntum Mekar, Desa Waringinjaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peternak ayam broiler mandiri terancam bangkrut akibat harga jual ayam hidup yang merosot, sementara biaya produksi terus meningkat. Jika kondisi ini berlanjut, peternak diperkirakan tak mampu bertahan hingga dua bulan ke depan.

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mencatat harga ayam hidup atau live bird di tingkat peternak sempat turun ke kisaran Rp20.000-Rp20.500 per kg. Di sisi lain, harga pakan telah mencapai Rp9.700-Rp10.000 per kg dan masih berpotensi naik.

Anggota Permindo, Asep Saepudin mengatakan, kenaikan harga pakan semakin menekan usaha peternak mandiri, terutama ketika harga jual ayam belum pulih.

"Lebih mengkhawatirkan di peternak ini, harga pakan yang terus mengalami kenaikan," ujar Asep dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Ia memperkirakan kerugian peternak saat ini mencapai Rp4.000-5.000 per ekor. Kerugian tersebut membuat modal untuk melanjutkan siklus produksi berikutnya semakin terbatas.

"Kalau kondisi ini dibiarkan terus, dua bulan lagi semua gulung tikar," tegasnya.

Untuk mencegah kebangkrutan peternak, Permindo mendesak pemerintah segera mengendalikan harga ayam hidup yang dinilai masih jauh dari acuan pemerintah dan belum mampu menutup biaya produksi.

Asep juga meminta peternak integrasi yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan harga pasar, untuk menyesuaikan harga jual ayam hidup agar harga di tingkat peternak membaik.

Selain itu, ia mengusulkan harga pakan diturunkan ke kisaran Rp8.000-Rp8.500 per kg dan harga ayam hidup dijaga minimal Rp24.000 per kg, agar lebih sesuai dengan modal serta harga pokok produksi (HPP) peternak.

Tekanan biaya juga datang dari bahan baku pakan. Harga jagung dilaporkan telah menembus Rp8.400 per kg, sementara pasokannya mengalami kelangkaan. Ia meminta pemerintah menjamin ketersediaan jagung dengan harga terjangkau dan mutu sesuai standar industri pakan.

Menurut Asep, masalah pasokan dan harga jagung yang tidak segera ditangani berisiko memperpanjang tekanan terhadap industri pakan, meningkatkan HPP, serta berpotensi memengaruhi kualitas pakan.

Permindo yang memiliki 180 anggota peternak mandiri berharap pemerintah dan pelaku industri segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi pasar. Langkah tersebut dinilai penting agar peternak mandiri tetap dapat berproduksi di tengah tingginya biaya dan lemahnya harga jual ayam hidup.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Telur Sempat Jatuh ke Rp17.100/kg, Peternak Teriak Minta Tolong


Most Popular
Features