MARKET DATA

Negara Asia Ini Gelap Gulita! Listrik Nasional Padam

haa,  CNBC Indonesia
18 October 2026 07:40
Sri Lanka mengalami pemadaman listrik. AP Photo/Eranga Jayawardena)
Foto: Sri Lanka mengalami pemadaman listrik. AP Photo/Eranga Jayawardena)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Lanka mengalami pemadaman listrik nasional pada Sabtu (17/10/2026) setelah jaringan listrik negara tersebut mengalami gangguan. Otoritas setempat menduga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menghasilkan listrik berlebih hingga melampaui kebutuhan konsumsi.

Dikutip dari laporan media internasional, pemadaman tersebut membuat seluruh wilayah Sri Lanka kehilangan pasokan listrik dari jaringan utama selama lebih dari dua jam. Hingga laporan disampaikan, belum ada kepastian mengenai waktu pemulihan pasokan listrik secara menyeluruh.

Perusahaan distribusi listrik milik negara, Electricity Distribution Lanka (EDL), menyatakan para insinyur tengah berupaya memperbaiki gangguan yang berdampak pada seluruh jaringan listrik. Perusahaan tersebut menduga kelebihan pasokan listrik tenaga surya menjadi penyebab gangguan.

Menteri Energi Sri Lanka, Anura Karunathilaka, mengatakan pemerintah berharap pasokan listrik dapat dipulihkan secara bertahap.

"Kami meminta para pemilik sistem tenaga surya atap untuk memutus sambungan sistem mereka hingga ada instruksi lebih lanjut guna mendukung upaya pemulihan," ujarnya dalam pernyataan singkat.

Bukan Pertama Kali Terjadi

Pemadaman listrik nasional akibat dugaan kelebihan produksi listrik tenaga surya bukan kali pertama terjadi di Sri Lanka.

Pada Februari 2025, seluruh jaringan listrik negara itu juga mengalami gangguan ketika produksi listrik tenaga surya melampaui konsumsi pada Minggu yang cerah. Kala itu, pemulihan pasokan listrik membutuhkan waktu lebih dari enam jam.

Sri Lanka saat ini memiliki kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya sedikit di atas 3.000 megawatt (MW). Sementara itu, kebutuhan listrik pada siang hari berkisar antara 2.000 MW hingga 2.500 MW.

Besarnya kapasitas pembangkit surya dibandingkan kebutuhan listrik pada siang hari diduga menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakseimbangan dalam sistem kelistrikan.

Insentif pajak yang diberikan pemerintah turut mendorong masyarakat beralih menggunakan tenaga surya. Konsumen juga dapat menjual kelebihan listrik yang dihasilkan sistem mereka ke jaringan listrik nasional.

Namun, peningkatan produksi listrik dari berbagai sumber tenaga surya tersebut justru menimbulkan tantangan bagi perusahaan penyedia listrik dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Pemerintah Sri Lanka menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga mendekati 4.400 MW dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut setara dengan peningkatan sekitar 388% dibandingkan kapasitas pada 2024.

Peristiwa ini menjadi tantangan bagi Sri Lanka dalam memperluas penggunaan energi terbarukan. Di satu sisi, tenaga surya menjadi sumber energi alternatif yang terus dikembangkan. Namun, di sisi lain, peningkatan kapasitas pembangkit membutuhkan pengelolaan jaringan listrik yang mampu menyesuaikan perubahan pasokan secara cepat agar stabilitas sistem tetap terjaga.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Negara Krisis Kembali Utang ke IMF Rp 6,14 Triliun


Most Popular
Features