Begini Kondisi Paus Leo XIV Usai Operasi Kanker Paru
Jakarta, CNBC Indonesia - Paus Leo XIV akhirnya meninggalkan rumah sakit dan kembali ke Vatikan pada Sabtu (17/10/2026), empat hari setelah menjalani operasi pengangkatan kanker di paru-paru kanannya. Tim dokter menyatakan kondisi pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu cukup baik untuk melanjutkan pemulihan di luar rumah sakit.
Kepulangan Paus Leo disambut sorak-sorai dan tepuk tangan para simpatisan yang menunggu di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Ia terlihat berjalan melewati lobi rumah sakit, tersenyum, berjabat tangan, dan melambaikan tangan kepada orang-orang yang menyambutnya.
Sebelum meninggalkan rumah sakit, Leo sempat berbicara dengan dokter yang merawatnya dan sejumlah pejabat rumah sakit. Ia juga menyempatkan diri menemui seorang anak perempuan asal Ukraina yang selamat dari kanker dan datang untuk mendoakan kesembuhannya.
Tak lama kemudian, mobil SUV hitam yang membawa Paus terlihat memasuki Vatikan melalui pintu samping.
Kepulangan tersebut mengakhiri beberapa hari ketidakpastian yang membuat Vatikan dan umat Katolik di seluruh dunia khawatir. Gereja Katolik diperkirakan memiliki sekitar 1,4 miliar umat di berbagai negara.
Sebelumnya, tim dokter menyatakan Leo sudah layak dipulangkan. Dokter bedah yang menanganinya, Stefano Margaritora, mengatakan kondisi klinis Paus sangat memuaskan.
"Kondisi klinisnya benar-benar memuaskan," kata Margaritora kepada Vatican News, seperti dikutip Channel NewsAsia.
Ia memperkirakan Leo membutuhkan sekitar 10 hari lagi untuk pulih sepenuhnya.
Tumor Ditemukan Secara Tidak Sengaja
Paus Leo menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli sejak Selasa (13/10/2026). Dalam operasi tersebut, dokter mengangkat bagian bawah paru-paru kanannya untuk mengeluarkan kanker.
Margaritora menjelaskan bahwa kanker tersebut ditemukan secara tidak sengaja ketika Leo menjalani pemeriksaan sinar-X rutin pada bagian perut. Pemeriksaan itu memperlihatkan sebuah titik kecil di bagian dasar paru-paru kanannya.
Meski operasi tersebut disebut sebagai prosedur rutin, dokter mengapresiasi kesungguhan Leo dalam menjalani proses pemulihan.
"Dia benar-benar mencurahkan hati dan jiwanya untuk itu, seperti pasien yang paling termotivasi," ujar Margaritora.
Baca:Karhutla Bukan Takdir |
Menurut dia, tekad Leo untuk pulih dengan cepat dan efektif dari berbagai aspek patut diapresiasi.
Dokter kini masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk menentukan langkah medis berikutnya.
Paus Masih Jalankan Tugas
Di tengah pemulihan, Leo mulai kembali menjalankan sebagian tugasnya. Pada Jumat (16/10/2026), ia bahkan melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mendesak gencatan senjata di Kota Oleshky, Ukraina, yang berada di bawah pendudukan Rusia.
Vatikan juga menyampaikan bahwa Paus berencana memimpin doa Angelus pada Minggu (18/10/2026) dari jendela Istana Apostolik yang menghadap Lapangan Santo Petrus, mengikuti kebiasaan yang selama ini dijalankannya.
Sebelum dipulangkan, Leo juga merayakan misa pada Sabtu siang di ruangan lantai 10 rumah sakit tempat ia menjalani pemulihan dalam beberapa hari terakhir.
Meski kondisi kesehatannya menunjukkan perkembangan positif, rencana perjalanan apostolik ke Amerika Selatan masih menjadi perhatian.
Leo dijadwalkan mengunjungi Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6-17 November 2026. Peru memiliki arti khusus bagi Paus karena ia pernah menghabiskan sekitar dua dekade sebagai misionaris di negara tersebut.
Margaritora menilai belum ada alasan medis yang mengharuskan perjalanan itu dibatalkan.
"Secara keseluruhan, saya yakin dalam sekitar 10 hari lagi Paus bisa pulih sepenuhnya," ujarnya.
Meski demikian, keputusan akhir mengenai perjalanan tersebut tetap perlu mempertimbangkan perkembangan kondisi kesehatan Leo dan hasil pemeriksaan medis lanjutan.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]