MARKET DATA

Rapat dengan Kapolri, Bahlil Minta Oknum Penimbun BBM Ditindak

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
16 October 2026 16:40
Rapat kordinasi di hari Jumat (15/10/2026). (Instagram/melangkahdaritimur.id)
Foto: Rapat kordinasi di hari Jumat (15/10/2026). (Instagram/melangkahdaritimur.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan pihaknya akan menindak tegas oknum yang menimbun bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang memicu antrean kendaraan. Hal itu juga lantaran dirinya baru melaksanakan rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, salah satunya Kepala Kepolisian RI, Suyudi Ario Seto.

Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menyebutkan dirinya sudah meminta kolaborasi dengan pihak Kepolisian RI untuk menindak tegas oknum penimbun BBM. Salah satu praktik yang dilakukan oknum tersebut yakni dengan menggunakan kendaraan yang tangki pengisian BBM-nya sudah dimodifikasi jadi lebih banyak bahkan mencapai 1.000 liter sekali isi.

"Yang ngantri mobil Pajero atau ngantri mobil yang diisi tangkinya banyak, ngambil minyak subsidi baru dijual. Ya saya minta tolong sama Pak Kapolri Suyudi Ario Seto), 'Pak, kalau begini ditindak aja, Pak, diproses hukum. Masa minyak BBM solar subsidi ditampung kemudian dijual lagi dengan harga industri?' Itu kan subsidinya kan ditanggung oleh negara. Itu kira-kira," jelasnya dalam Konferensi Pers di Kantornya, Jumat (16/10/2026).

Pihaknya mencatat modus penimbunan tersebut ditemukan di beberapa wilayah seperti Makassar. "Di Makassar itu contoh kan mobil-mobil bagus, Pajero, tapi kan mereka membikin tangki di belakang kan sampai menampung 700 liter sampai 1.000 liter. Itu artinya apa? Mereka nampung kan kemudian dijual lagi, itu maksudnya," bebernya.

Selain itu, pihaknya menginstruksikan PT Pertamina (Persero) menggandakan kapal pengangkut untuk mengurai keterlambatan distribusi dari Jawa Timur menuju Bali dan wilayah lainnya. Sementara itu, penurunan cadangan di bawah standar ideal 20 hari hanya terjadi pada produk RON 90 yang berada di posisi 16 hingga 18 hari akibat pergeseran konsumsi masyarakat dari RON 92 dan RON 95.

"Di kilang itu kan ada, kalau kita kan RON 90, yang bermasalah, bukan yang bermasalah ya, yang kurang dari 20 hari itu hanya RON 90. Tapi kalau Solar, RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue, enggak ada masalah, Mbak. Yang terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90. Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting, yang tadinya orang pakai 92 dan 95, itu dishifting ke 90 karena harganya kan cukup, berbedanya cukup ekonomis itu," paparnya.

Dengan begitu, pihaknya juga memastikan seluruh kilang minyak memproduksi BBM secara normal dan menargetkan pemulihan cadangan nasional ke tingkat ideal 20 hari selesai dalam waktu satu minggu.

"Stoknya enggak ada masalah, dari kilangnya enggak ada masalah. Yang bermasalah itu adalah jalur distribusinya, makanya kita nambah kapal," tandasnya.

Asal tahu saja, Bahlil menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, Kepala Kepolisian RI Suyudi Ario Seto, Wamensesneg Bambang Eko Shariyanto, serta COO Danantara Dony Oskaria.

Informasi tersebut terungkap dalam unggahan akun Instagram @melangkahdaritimur.id sekitar pukul 11.40 WIB lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNBC Indonesia, rapat koordinasi tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Sayangnya, belum ada informasi terkait bahasan apa yang dibicarakan dalam rapat koordinasi tersebut.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap Kemenperin Berada di Bawah Bahlil Sebagai Menko Hilirisasi


Most Popular
Features