MARKET DATA
Internasional

Ekonomi Malaysia Melambat, 5,3% di Q3 2026

sef,  CNBC Indonesia
16 October 2026 12:48
Gedung-gedung komersial terlihat diselimuti kabut di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (13/10/2026). (Mohd Rasfan / AFP)
Foto: AFP/MOHD RASFAN

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Malaysia tumbuh 5,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2026 berdasarkan estimasi awal pemerintah. Meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, perekonomian negara tetangga Indonesia tersebut masih ditopang sektor manufaktur dan jasa, serta lonjakan permintaan terkait infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Mengutip laporan Reuters, Jumat (16/10/2026), pertumbuhan ekonomi Malaysia pada periode Juli-September 2026 lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 6% pada kuartal II-2026. Departemen Statistik Malaysia menyatakan pertumbuhan tercatat di hampir seluruh sektor ekonomi, kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor jasa tumbuh 5,4%, sedangkan industri manufaktur mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 7,5%. Kinerja manufaktur didukung oleh industri berorientasi ekspor. Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 6%, salah satunya ditopang peningkatan proyek pembangunan pusat data atau data center.

Kecipratan Booming Infrastruktur AI

Malaysia menjadi salah satu negara di kawasan yang diuntungkan oleh lonjakan investasi infrastruktur AI global. Permintaan terhadap produk teknologi dan semikonduktor turut memberikan dorongan bagi aktivitas ekonomi negara tersebut.

Pembangunan pusat data menjadi bagian penting dari tren tersebut. Infrastruktur ini dibutuhkan untuk mendukung pengolahan data, komputasi awan (cloud computing), serta pengembangan dan pengoperasian berbagai aplikasi AI. Meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital global turut membuka peluang bagi industri manufaktur, penyedia teknologi, dan sektor konstruksi Malaysia.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III menunjukkan perlambatan dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Pemerintah masih perlu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika perdagangan global dan perubahan permintaan industri.

Proyeksi Ekonomi 2026 dan 2027

Sementara itu, pemerintah Malaysia pekan lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 untuk kedua kalinya sepanjang tahun ini. Ekonomi diperkirakan tumbuh mendekati batas atas kisaran proyeksi 4,8%-5,3%.

Untuk 2027, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di rentang 4,2%-5,2%.

Dari sisi kebijakan moneter, bank sentral Malaysia mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya di level 2,75%. Suku bunga tersebut tidak berubah sejak Mei 2025, ketika bank sentral memangkasnya di tengah ketidakpastian tarif global.

Data final produk domestik bruto (PDB) Malaysia untuk kuartal III-2026 dijadwalkan dirilis pada 18 November mendatang. Angka final tersebut akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai ketahanan ekonomi Malaysia, termasuk seberapa besar kontribusi manufaktur, jasa, dan investasi pusat data terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Malaysia Menang! Ekonomi Tembus 6% di Q2 2026, Kalahkan Ekspektasi


Most Popular
Features