Demonstrasi di Albania memanas setelah massa membakar Kementerian Kehakiman, dipicu protes biaya pendidikan dan dugaan korupsi
Sejumlah orang berkumpul di dekat kobaran api dengan kepulan asap hitam membubung saat demonstrasi mahasiswa menentang pemerintah berlangsung di Tirana, Albania, Rabu (14/10/2026). Aksi tersebut memanas setelah massa membakar gedung Kementerian Kehakiman dan memecahkan jendela-jendelanya. Dipicu persoalan biaya pendidikan dan dugaan korupsi, kerusuhan ini menjadi salah satu yang paling keras dihadapi pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama. (REUTERS/Florion Goga)
Polisi merespons aksi tersebut dengan menembakkan gas air mata dan mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di sekitar gedung-gedung pemerintahan di pusat Kota Tirana. (REUTERS/Florion Goga)
Rama, yang memenangkan masa jabatan keempat dalam pemilihan umum pada Mei 2025, menghadapi peningkatan ketidakpuasan publik terkait dugaan korupsi yang melibatkan pejabat tinggi. Di sisi lain, para demonstran juga menilai tokoh-tokoh oposisi bukan alternatif yang dapat diterima untuk menggantikan pemerintahan saat ini. (REUTERS/Florion Goga)
Kerusuhan tersebut menjadi puncak dari rangkaian demonstrasi damai yang berlangsung sepanjang musim panas. Aksi sebelumnya dipicu oleh rencana pembangunan resor mewah di sepanjang pesisir selatan Albania yang masih alami. Proyek tersebut didukung Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan kini terseret dalam sengketa hukum. (REUTERS/Florion Goga)
Selain persoalan korupsi, mahasiswa yang mengorganisasi demonstrasi menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kondisi perguruan tinggi, tingginya biaya pendidikan tinggi, minimnya dukungan finansial, serta terbatasnya prospek pekerjaan setelah lulus. (REUTERS/Florion Goga)
Gelombang demonstrasi di Albania juga menjadi bagian dari meningkatnya aktivitas gerakan mahasiswa di sejumlah negara Eropa yang menyoroti persoalan pendidikan dan kondisi kehidupan. (REUTERS/Florion Goga)
Di Prancis, para pelajar sekolah menengah telah menggelar demonstrasi selama berminggu-minggu dan memblokade sekolah. Mereka menuntut penambahan jumlah guru serta perbaikan fasilitas pendidikan, dengan alasan kondisi bangunan sekolah yang memburuk dan ruang kelas yang terlalu padat mengganggu proses belajar-mengajar. (REUTERS/Florion Goga)