MARKET DATA

Suroso Isnandar Jadi Dirut Baru PLN, Ini Tanggapan Bahlil

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
15 October 2026 16:55
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Muarabaru, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Muarabaru, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Karawang, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan terkait pergantian Direktur Utama PT PLN (Persero). Di mana Darmawan Prasodjo diganti dengan Suroso Isnandar.

Menurut Bahlil, pergantian direksi merupakan aksi korporasi biasa, apalagi PLN adalah Badan usaha Milik Negara (BUMN). "Pergantian dirut BUMN itu kan hak daripada Danantara dan sudah tentu ada arahan dari Bapak Presiden. Biasa aja kok, itu biasa," jelas Bahlil ditemui di Karawang usai agenda Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), Kamis (15/10/2026).

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo, pada Rabu malam (14/10/2026). Sebelumnya, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menyampaikan, penetapan ini menjadi bagian dari estafet kepemimpinan untuk melanjutkan agenda transformasi PLN, mencakup penguatan keandalan sistem, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pengembangan energi baru terbarukan, dan peningkatan layanan pelanggan.

"PLN menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengawal transformasi perusahaan. Di bawah kepemimpinan Suroso, PLN akan melanjutkan program strategis untuk menyediakan listrik yang andal, terjangkau, berkualitas, dan semakin bersih, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia," terang Gregorius dalam siaran persnya, Kamis (15/10/2026).

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Beberkan Masterplan, RI Bisa Dapat Rp11.065 Triliun di 2040


Most Popular
Features