MARKET DATA
Internasional

Kabut Asap Kian Mencekik, Tetangga RI Tak Segan Gugat Perusahaan Ini

luc,  CNBC Indonesia
15 October 2026 16:10
Warga Singapura tetap beraktivitas di luar ruangan pada Selasa (13/10/2026), meskipun kualitas udara di negara kota tersebut berada pada tingkat tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Foto: Warga Singapura tetap beraktivitas di luar ruangan pada Selasa (13/10/2026), meskipun kualitas udara di negara kota tersebut berada pada tingkat tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura belum menutup kemungkinan mengambil langkah hukum terhadap perusahaan yang diduga menyebabkan atau berkontribusi terhadap kabut asap lintas batas. Saat ini, pemerintah masih mengumpulkan dan menelaah data terkait kondisi kabut asap yang semakin memburuk.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan data yang tersedia sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Berbicara kepada wartawan dalam acara pembagian masker di Yuhua Community Club pada Rabu (14/10/2026) malam, Fu menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian serius terhadap informasi yang dikumpulkan.

Singapura memiliki Transboundary Haze Pollution Act yang mulai berlaku pada September 2014. Aturan ini memungkinkan otoritas mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang menyebabkan atau turut berkontribusi terhadap pencemaran kabut asap di Singapura, termasuk jika aktivitas pemicu polusi dilakukan di luar wilayah negara tersebut.

Di tengah situasi ini, Fu berharap Indonesia dapat segera mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun kondisi cuaca saat ini menyulitkan upaya pemadaman.

"Ini merupakan tahun yang sangat sulit karena El Nino. Cuacanya sangat kering, dan kami tahu persoalan ini sangat kompleks. Kami berharap mereka berhasil, dan kami siap membantu jika diperlukan," kata Fu, dikutip dari Channel News Asia.

Ia menambahkan Singapura juga menantikan pembahasan lebih lanjut bersama negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mencari solusi di tingkat regional.

Terkait tawaran bantuan Singapura kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan, Fu mengatakan belum ada perkembangan terbaru. Meski demikian, tawaran tersebut tetap terbuka.

"Tawaran bantuan kami masih berlaku, dan kami dengan senang hati akan membahasnya dengan mitra kami jika mereka menginginkannya," ujarnya.

Saat ditanya mengenai bentuk bantuan yang dapat diberikan, Fu menjelaskan bahwa Singapura siap menawarkan dukungan secara luas sesuai kebutuhan Indonesia.

"Kami menawarkan bantuan secara umum dalam bentuk apa pun yang mereka anggap sesuai dan dibutuhkan. Kami ingin bantuan kami benar-benar relevan, sehingga pada dasarnya kami telah membuka tawaran bantuan tanpa batasan tertentu," katanya.

Indonesia sebelumnya menargetkan kebakaran dapat dipadamkan dalam waktu satu bulan. Fu berharap target tersebut bisa tercapai, meskipun kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri.

"Kami sungguh berharap target itu dapat tercapai. Seperti yang saya katakan, ini merupakan tugas yang sulit mengingat kondisi iklim saat ini. Namun, kami berharap mereka mampu mencapai tujuan tersebut," tambahnya.

Kualitas Udara Singapura Memburuk

Kondisi kabut asap di Singapura memburuk tajam pada Rabu. Pembacaan konsentrasi partikel halus PM2.5 per jam di wilayah barat mencapai 288 pada pukul 15.00 waktu setempat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Singapura sejak 2015.

Konsentrasi PM2.5 juga berada pada tingkat tinggi di wilayah selatan, timur, dan tengah. Sementara itu, Indeks Standar Polutan (PSI) dalam pengukuran 24 jam telah memasuki kategori tidak sehat di seluruh Singapura pada pukul 15.00.

Memburuknya kualitas udara membuat Sport Singapore menutup sementara seluruh fasilitas olahraga luar ruangan dan fasilitas tanpa pendingin udara di pusat olahraga ActiveSG wilayah barat. SAFRA Toa Payoh juga menghentikan kegiatan luar ruangan dan menutup kolam renangnya.

Pemerintah Singapura turut memulai pembagian masker N95 secara bertahap pada Rabu setelah konsentrasi PM2.5 mencapai kategori sangat tinggi.

Masker tersebut disediakan secara bertahap di sejumlah lokasi pengambilan yang telah ditentukan. Pemerintah juga menyiapkan ruangan berpendingin udara di balai komunitas serta sejumlah pusat komite warga dan jaringan warga sebagai tempat berlindung dari kabut asap.

Mengenai distribusi masker, Fu mengatakan pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kontraktor yang akan menempatkan mesin penjual otomatis di sejumlah wilayah Singapura.

"Kami menggunakan seluruh titik distribusi seefektif mungkin," ujarnya.

Ia mengakui bahwa dibutuhkan waktu agar mesin-mesin tersebut dapat menjangkau seluruh wilayah negara itu. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat bersabar selama proses distribusi berlangsung.

"Tentu saja, mesin-mesin tersebut membutuhkan waktu untuk menjangkau seluruh wilayah. Karena itu, kami meminta masyarakat Singapura untuk bersabar. Kami akan berupaya secepat mungkin agar semua masker tersedia di setiap bagian negara ini," kata Fu.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Negara-Negara ASEAN Bakal Bahas Kabut Asap akibat Kebakaran Hutan RI


Most Popular
Features