Trenggono Mau Bangun 40.000 Lokasi Budi Daya Ikan, Ini Efek Dahsyatnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan pembangunan 40.000 titik budidaya ikan berbasis teknologi Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) hingga 2029. Program ini diproyeksikan mampu menghasilkan 1,2 juta ton ikan per tahun.
Trenggono mengatakan, teknologi Mini RAS akan diterapkan di desa-desa untuk mendorong produksi ikan budidaya sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
"Nanti ada 40.000 titik kurang lebih, dan hasilnya setiap titik itu 1 tahun sekitar 30 ton ikan, berbagai macam jenis yang bisa kita kembangkan," kata Trenggono dalam Squawk Box: Foodagri Insight CNBC Indonesia, dikutip Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, teknologi tersebut memungkinkan jenis ikan yang dibudidayakan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Komoditas yang dapat dikembangkan antara lain ikan nila, lele, hingga kerapu.
Trenggono memperkirakan, jika seluruh titik budidaya tersebut terealisasi, total produksi ikan dapat mencapai 1,2 juta ton per tahun.
"Dampaknya itu menjadi sebuah industri yang sangat besar. Jadi kalau 40.000 ini kita jalankan, kita deploy gitu, maka akan menghasilkan 1,2 juta ton ikan 1 tahunnya. Dan ini valuasinya besar sekali. Itu ratusan triliun," ujarnya.
Untuk tahap awal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan sekitar 2.000 titik Mini RAS rampung pada akhir 2026. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai 40.000 titik pada 2029.
"Sampai 2029. Jadi akhir tahun ini kita harapkan selesai sekitar 2.000 titik, lalu kemudian tahun depan 38.000 titik lagi, dan kita bagi 2027, 2028, dan 2029 bisa selesai," tutur Trenggono.
Selain meningkatkan produksi ikan, program tersebut juga ditargetkan menciptakan lapangan kerja di tingkat desa. Trenggono menyebut setiap titik budidaya membutuhkan sekitar dua tenaga kerja.
"Jadi setiap titik itu butuh tenaga kerja 2 orang. Jadi kalau 40.000 itu akan menciptakan lapangan kerja 80.000," pungkasnya.
Menteri Trenggono Jawab Isu Impor Produk Perikanan - Lindungi Nelayan Lokal Foto: CNBC Indonesia TV |
