MARKET DATA

Antrean BBM Mengular di Bali, Bahlil Pastikan Stok 18 Hari Aman

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
14 October 2026 20:05
Personel Polda Bali melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas di sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang BBM, Selasa (13/10/2026). (Dok. Polda Bali via Detikcom)
Foto: Personel Polda Bali melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas di sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang BBM, Selasa (13/10/2026). (Dok. Polda Bali via Detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM secara nasional masih berada dalam kondisi aman hingga 18 hari ke depan, meskipun sempat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali. Menurutnya, antrean tersebut dipicu oleh kendala pada proses distribusi.

Bahlil mengaku belum menerima laporan secara menyeluruh karena Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri masih berada di Bali untuk memantau situasi.

"Pemerintah berperan sebagai regulator, sementara pengerjaan di lapangan dilakukan oleh BUMN, dalam hal ini Pertamina. Saya perlu kembali ke kantor untuk menggelar rapat guna mendengarkan laporan perkembangan terkini di Bali," kata Bahlil.

Meski demikian, ia memastikan bahwa secara umum tidak ada masalah terkait ketersediaan stok.

"Stok nasional berada di kisaran 16 hingga 18 hari, jadi masih aman (clear). Tidak ada masalah dari sisi stok nasional. Mungkin hanya jalurnya yang sedikit terkendala, dan itu yang akan segera kami bahas dalam rapat," ujarnya.

Sebelumnya, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf atas antrean panjang kendaraan di SPBU yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan Pertamina tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Tanpa bermaksud mencari pembenaran, kami memohon maaf atas kejadian ini," terang Simon melalui unggahan di akun Instagram Gubernur Bali Wayan Koster (@kosterupdate), Rabu (14/10/2026).

Simon menjelaskan, salah satu pemicu utama antrean panjang tersebut adalah gangguan teknis pada kapal kargo saat proses bongkar muat (discharge), di mana jangkar kapal tanker sempat bermasalah.

"Akibatnya, jadwal dan rencana yang semula disiapkan pukul 06.30 WITA harus mundur hingga pukul 22.00 WITA. Namun sekali lagi, ini bukan alasan pembenaran. Bagaimanapun juga, pelayanan bagi masyarakat adalah yang utama, sehingga kami memohon maaf sebesar-besarnya," ungkap Simon.

Sebagaimana diketahui, antrean panjang kendaraan sempat mengular di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, Tabanan, serta beberapa kabupaten lain di Bali. Fenomena ini disinyalir dipicu oleh rasa panik masyarakat (panic buying) yang khawatir pasokan BBM langka, sehingga berbondong-bondong mengisi bahan bakar secara bersamaan.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Terjadi Antrean Panjang BBM di SPBU Bali, Pertamina Buka Suara


Most Popular
Features